Jenazah Covid-19 di Kota Tasik Masih Diurus Pria

823
0

TASIK – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya meminta RSUD dr Soekardjo menyiapkan petugas pemulasaraan perempuan. Hal ini, seiring masih adanya jenazah pasien Covid-19 perempuan di Kota Tasikmalaya masih diurus oleh petugas pria.

Sekretaris MUI Kota Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi menyebutkan dalam kondisi normal, jenazah perempuan harus dimandikan oleh perempuan. Lebih utama lagi, jika masih merupakan bagian dari keluarga.

Baca juga : Screenshot Video Hot Janda Muda Warga Manonjaya Tasik Disebar Mantan Pacar, Korban Lapor Polisi

“Idealnya jenazah oleh mahramnya,” ungkapnya kepada Radar, Senin (28/9).

Sejauh ini, RSUD dr Soekardjo yang menangani jenazah Covid-19 hanya memiliki petugas laki-laki untuk pemulasaraan. Hal itu, menurut KH Aminudin sah-sah saja jika kondisinya cukup darurat.

“Tidak masalah kalau memang darurat,” tuturnya,
Namun demikian, pihaknya meminta pihak RSUD tetap berupaya mencari petugas pemulasaraan khusus perempuan. Bisa itu melalui rekrutmen atau teknis lainnya. “Sementara ini ya dengan petugas yang ada, tapi tetap harus diupayakan mencari petugas perempuan,” jelasnya.

Selain karena anjuran agama, ini juga demi menjaga psikologis keluarga pasien. Karena tidak semua masyarakat bisa menerima begitu saja ketika jenazah keluarganya diurus atau dimandikan bukan dengan mahramnya.

Terpisah, Wadir Umum RSUD dr Soekardjo H Deni Diyana mengatakan bahwa persoalan itu memang sudah menjadi pembahasan di internalnya. Pihaknya berencana untuk mempekerjakan petugas wanita tanpa mengangkat pegawai.

“Jadi pekerjaannya by accident saja kalau ada jenazah perempuan,” terangnya.

Namun prosesnya tidak mudah untuk direalisasikan mengingat pemulasaraan pasien Covid-19 perlu diterapkan protokol kesehatan. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa paham dan tahan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD). “Banyak yang tidak mau karena harus pakai APD,” tuturnya.

Baca juga : Pusat Jajanan Mambo Kuliner Dibubarkan, Begini Kata Sekda Kota Tasik

Pihaknya pun masih mencari petugas yang dinilai layak untuk mengerjakan pekerjaan tersebut.

Selain paham cara memandikan jenazah, tentunya paham dengan protokol kesehatan. “Kita juga terus mencari orang yang cocok dan bersedia,” pungkasnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.