Jenazah Misterius Datang dari Jakarta Resahkan Warga Tamansari Kota Tasik

1129
0

KOTA TASIK – Kesiapsiagaan sekaligus ketakutan masyarakat Kota Tasikmalaya terhadap penyebaran covid-19 (corona) ternyata cukup tinggi.

Ini seperti yang terjadi di Kecamatan Tamansari, Selasa (31/03) siang.

Informasi yang dihimpun radartasikmalaya.com, Selasa (31/03) siang, warga Tamansari kedatangan jenazah pria tak dikenal (misterius)  yang dibawa dengan mobil ambulans dari Jakarta.

Hal ini, tentunya membuat warga khawatir dan resah karena tak diketahui penyebab meninggalnya kenapa dan tiba di Tamansari menggunakan mobil ambulans luar Kota Tasik.

Baca juga : Kawasan HZ Mustofa Kota Tasik Ditutup Secara Berkala, Atasi Penyebaran Corona

Karena saat ini sedang musim corona, warga takut terpapar, maka jenazah itu sempat diparkir di halaman Puskesmas Tamansari, beberapa jam.

Hal tersebut dibenarkan Kadinkes Kota Tasik, Uus Supangat. “Kenazah yang di Tamansari (dari Jakarta, red) sudah dimakamkan. Jadi bukan tidak ditangani pihak puskesmas,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com, Selasa (31/03) sore.

“Jasad itu datang dari Jakarta kurang-lebih jam 05.00 dini hari. Jasad itu datang dari luar kota pakai ambulans luar kota, yaitu dari Jakarta,” sambungnya.

Terang dia, ambulans itu datang ke puskesmas tak ada pemberitahuan sebelumnya.

“Ya mungkin ini terjadi karena keawaman keluarga ya karena dibawa ke Tasik dengan posisi meninggal di Jakarta,” terangnya.

Uus menambahkan, ketika subuh ambulans itu tiba, warga pun tahu ada jenazah yang datang ke kampungnya tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

“Apalagi awalnya tak ada kejelasan apakah jenazah itu pasien corona atau bukan. Nah akhirnya puskesmas turun tangan jam 07.30 wib dan saya instruksikan untuk dibawa ke rumah sakit agar dirawat jenazahnya,” tambahnya.

Kini jasad tersebut telah dimakamkan di Tamansari. “Jadi setelah kita beri penjelasan warga mengerti dan menerima. Dimakamkan seperti biasa. Hanya karena jenazah datang dari daerah terjangkit,” jelasnya.

Karena jenazah itu berasal dari Jakarta, daerah terjangkit corona, pihaknya melakukan penanganan jenazah tersebut dengan protokol penanganan jenazah covid-19.

Hasil rundingan keluarga dan masyarakat, akhirnya tuntas dimakamkan seperti biasa.

“Ya apaboleh buat kan statusnya di PDP kan. Karena kita tidak tahu penyakitnya apa. Keluarga juga tidak mau diotopsi jenazahnya. Nah daripada berkepanjangan dan kita khawatir maka diberlakukan protokol covid-19,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.