Jenazah Positif Corona di Kota Tasik Akhirnya Dikremasi di Kawalu (Video)

14004
0

KOTA TASIK – Jenazah pria (71) positif corona yang meninggal Minggu (29/03) dini hari, di salah satu rumah sakit Kota Tasikmalaya, akhirnya dikremasi di krematorium Kampung Cisapi, Kelurahan Gunung Gede Kecamatan Kawalu, pukul 22.30 WIB.

Proses kremasi ini sempat melewati perjalanan yang alot panjang. Pasalnya, sejak pagi hari jenazah belum diputuskan akan dikremasi atau dimakamkan.

Sehingga, jenazah sempat diparkir di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasik di Kawalu.

Informasi yang radartasikmalaya.com himpun di lapangan, jenazah awalnya hendak dikremasi di krematorium pagi hari.

Namun, diduga karena tak ada koordinasi dengan pihak pengelola krematorium dan masyarakat maka jenazah batal dikremasi.

Lalu, jenazah parkir di Posko Gugus Tugas. Kemudian, pihak Satgas siang hari melakukan rapat tertutup dan diputuskan akan dimakamkan di lokasi pemakaman Bong, Kelurahan Setiamulya, Kecamatan Tamansari. Namun, kabarnya warga menolak.

Kemudian jenazah kembali ke rumah sakit tempat dia mendapatkan perawatan sebelumnya.

Sedangkan tim Gugus Tugas kembali memutar otak. Lalu saat Magrib, Tim Gugus serta Tim Crisis Center melakukan pendekatan kepada pihak pengelola krematorium dan masyarakat sekitar lokasi krematorium.

Setelah melalui proses musyarawarah akhirnya jenazah tersebut disepakati dikremasi pukul 22.30 WIB.

Sebelum proses pemakaman, Satgas Gugus yang terdiri dari Polisi, TNI dan Satpol PP dikumpulkan di Polsek Kawalu.

Wali Kota Tasik, Budi Budiman didamping Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Inf Imam Wicaksana, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto memimpin apel sebelum proses krematororium.

“Jadi seperti kita ketahui bersama, ada satu warga kita yang meninggal dan positif. Hari ini rencana pagi dikremasi.

Tapi karena sosiaslisasi ke masyarakat pemahamannya. Alhamdulillah malam bisa dilaksanakan kremasi,” singkat Budi kepada radartasikmalaya.com.

Sementara itu, salah seorang warga sekitar lokasi krematorium, Ade Muharam (45) menuturkan, sebenarnya tidak ada penolakan dari warga.

Jadi hanya kurang koordinasi saja antara pemerintah dengan warga.

“Ini kan kejadian kedua. Pada kamis ada kremasi secara tiba-tiba datang. Yang mengantar pakai APD yang bakar tidak. Yang pertama itu yang melakukan pembakaran kan warga. Jadi kami kaget,” tuturnya.

“Jadi trauma. Tidak ada koordinasi. Tadi pagi datang lagi tidak ada koordinasi. Kejadian sama. Pas mau membuka, petugas menggunakan APD. Kita tidak sanggup membakar. Warga juga tidak ada yang mau,” sambungnya.

Jadi, jelas di, warga menunggu petugas yang mampu dan mensterilkan rumah warga di sekitar lokasi kremasi.

“Memang dari awal disetujui. Hanya kurang koordinasi. Kalau ke depan ada lagi, ada koordinasinya. Jangan mendadak. Soalnya kan kita khawatir kalau ada yang dekat lokasi. Kita ikhtiar supaya ada persiapan,” jelas Ade yang juga tokoh masyarakat setempat.

Berikut videonya ;

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.