Jengkol Dituntut 15 Bulan Penjara

10
BERBINCANG. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Janu Widono SH bersama tiga korban pencurian ayam Aisyah, Maryati dan Marhonah mengurus pengembalian barang bukti di Pengadilan Negeri Tasikmalaya, Selasa (3/10).

SILIWANGI – Seorang pria asal Kecamatan Tamansari, Mh (54) alias Jengkol harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tasikmalaya, Selasa (2/10). Dia diadili karena mencuri 12 ekor ayam.

Dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Janu Wodono SH mengajukan hukuman satu tahun tiga bulan penjara untuk Jengkol. Namun, terdakwa meminta majelis hakim memberikan keringanan atas tuntutan JPU itu.

Janu mengakui tuntutan yang diajukan memang tergolong tinggi untuk kerugian 12 ekor ayam. Namun, Jengkol merupakan residivis yang sudah dua kali keluar masuk penjara karena kasus serupa dengan kerugian materi yang lebih tinggi. “Ini yang ketiga kali. Sebelumnya dia pernah mencuri TV dan ternak,” ungkapnya.

Kasus yang menimpa Jengkol terjadi pada 23 Juli 2018. Dia mencuri 12 ekor ayam di tiga rumah di Kelurahan Setiawargi Kecamatan Tamansari. Salah satu korban yakni Aisyah (39) menyadari ayamnya dicuri dan memberi tahu warga lainnya.

Warga yang saat itu melakukan ronda pun langsung mengintai di setiap akses masuk ke kampung. Akhirnya Jengkol tertangkap saat membawa 12 ekor ayam dalam karung.

Aisyah mengatakan bahwa Jengkol sudah sangat meresahkan warga. Setiap kasus pencurian yang ada di kampung tersebut mulai dari sepeda motor, ternak dan barang lainnya, warga akan mencurigainya. “Buktinya setelah ditangkap sekarang tidak ada lagi yang kemalingan,” kata dia.

Dia bersama tiga korban lainnya yakni Marhonah (58) dan Maryati (42) berharap Jengkol dijatuhi hukuman yang lebih berat lagi. Karena meskipun sudah bolak-balik penjara, Jengkol belum juga kapok. “Bagusnya mah sampai lima tahun,” tutur Aisyah. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.