Jeni dan Janna Lahirkan Orang Utan

79
0
DIWAWANCARA. Kasi BKSDA Wilayah V Jawa Barat Dodi Arisandi diwawancara. Yana Taryana / rakyat garut
DIWAWANCARA. Kasi BKSDA Wilayah V Jawa Barat Dodi Arisandi diwawancara. Yana Taryana / rakyat garut

KADUNGORA – Taman Satwa Cikembulan di Kecamatan Kadungora kini mempunyai tambahan koleksi hewan. Orang utan dan singa piaraannya berhasil melahirkan anak.

“Untuk orang utan itu satu, kalau singa ada empat anaknya,” ujar pengelola Taman Satwa Cikembulan, Rudi Arifin kepada wartawan, Jumat (20/12).

Menurut dia, orang utan dilahirkan dari orang utan bernama Jeni yang kawin dengan Janna. Saat ini bayi orang utan ini masih terus digendong oleh induknya.

“Kami terus perhatikan kondisi bayi dan induknya. Kuncinya berada di induk orang utan. Tim medis juga terus pantau perkembangannya,” tutur dia.

Hingga usia delapan bulan, kata dia, induk orang utan tak akan melepas bayinya. Jeni akan terus menggendong bayinya hingga bisa beraktivitas secara mandiri.

“Masih disusui juga bayinya. Jangan sampai stres karena bisa berdampak ke bayinya,” katanya.

Rudi menyebut belum mengetahui jenis kelamin dari bayi orang utan itu. Kelahiran bayi orang utan juga terjadi secara normal. Pihaknya baru menyadari Jeni melahirkan saat ada bayi dipangkuannya.

“Tiba-tiba saja sudah digendong bayinya. Jadi tidak dibantu tim medis. Alamiah saja dia melahirkan dan langsung menggendong bayinya,” ucapnya.

Untuk empat anak singa, pihaknya juga belum mengetahui jenis kelamin anak singa itu. Tetapi diperkirakan seluruhnya jantan.

“Total populasi singa di sini ada delapan ekor. Berasal dari sepasang singa dan semua anaknya melahirkan di sini,” katanya.

Sely, betina yang berasal dari Jatim Park, serta Rimba, jantan yang berasal dari Kebun Binatang Bandung tersebut, terbilang subur. Total sudah tujuh anak dilahirkan di Cikembulan.

“Kelahiran pertama ada tiga ekor. Namun hanya dua ekor yang berhasil tumbuh dewasa. Satu ekor lagi mati saat usia beberapa minggu,” ujarnya. Saat ini total populasi satwa di Cikembulan mencapai 448 ekor dari 109 spesies.

Kasi BKSDA Wilayah V Jawa Barat, Dodi Arisandi menuturkan kelahiran anak orang utan yang merupakan satwa endemik Indonesia dan empat anak singa sudah sangat dinanti. Pihaknya pun ikut memantau kondisi anak orang utan dan singa tersebut.

“Kelahiran ini menjaga populasi satwa dilindungi. Apalagi orang utan merupakan satwa asli Indonesia yang terancam,” tutur dia. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.