Jentik Nyamuk Ada di Tempat Tak Terduga

110
0
dr Ryan Haryana Darajatun dokter umum Puskesmas Banjar 3
dr Ryan Haryana Darajatun dokter umum Puskesmas Banjar 3

BANJAR – Guna mencegah merebaknya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masyarakat diminta untuk mengintensifkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Hal itu diungkapkan dokter umum Puskesmas Banjar 3 dr Ryan Haryana Darajatun.

Dia menjelaskan, DBD bisa dicegah dengan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan metode 3 M, mengubur sampah, menutup tempat genangan air dan menguras penampungan air. Supaya tidak ada lagi sarang nyamuk baik di lingkungan tempat tinggal atau tempat kerja.

“PSN ini jangan hanya dilakukan di pemukiman saja,  tapi juga di tempat umum dan di tempat kerja. Sebab hampir di semua titik rawan akan tempat bertelurnya nyamuk, apalagi terdapat genangan air,” ujarnya di Puskesmas Banjar 3 Sabtu (14/3).

Kata dia, banyak potensi genangan air yang dianggap oleh masyarakat aman, padahal hal itu bisa saja menjadi sarang nyamuk dan jentiknya. Misal seperti di pojok rumah yang kurang terpantau kebersihannya, pagar bambu yang dapat menampung air, penampungan air di dispenser, kulkas dan alas pot.

“Itu juga bisa menyebabkan adanya genangan air, yang secara kasat mata kurang terjangkau dan tidak disadari oleh masyarakat,” tandasnya.

PSN, terang dia, bukan hanya dilakukan di area yang terlihat saja tapi harus menjangkau setiap sudut, di tempat yang tidak terpikir pun bisa saja ada jentik atau nyamuk aedes aegypti penyebab DBD.

Loading...

Ia menyebutkan, PSN harus dilakukan rutin seminggu sekali. Sebab, sambungnya, semua ma­sya­rakat harus bergerak dalam mem­berantas penyebab DBD ini.

“Jika di satu lingkungan semua rumah melakukan PSN, namun ada satu rumah yang tidak melakukan, maka potensi DBD ini tetap ada. Makanya yang gerak harus semuanya,” tuturnya.

Dia mengatakan, masyarakat juga mesti waspada jika mengalami gejala DBD, seperti demam 3 hingga 7 hari, perdarahan bawah kulit, mimisan bahkan pendarahan organ dalam.

Hasil yang menyatakan pasien terjangkit DBD atau tidaknya, nanti setelah melewati fase demam selama empat sampai lima hari, baru kelihatan berdasarkan hasil dari laboratorium di rumah sakit.

“Makanya masyarakat jangan panik, karena kita kadang kewalahan ketika banyak yang ingin langsung dilakukan fogging. Padahal itu langkah terakhir, yang pertama itu pencegahan dengan PSN,” tegasnya.

Masyarakat pun jangan mengambil kesimpulan sendiri, jika ada warga di sekitar tempat tinggalnya menderita gejala demam tinggi karena harus di cek lab terlebih dahulu.

“Mulai dari sekarang harus menjaga rumah masing-masing dan tempat kerja dengan membiasakan PSN. karena kesehatan adalah tanggung jawab kita bersama,” tuturnya. (nto)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.