Beranda Kota Tasik Jepang Butuh Tenaga Terampil dari Kota Tasik
Oktober 2018, Wali Kota Mimasaka Kunjungi Kota Resik

Jepang Butuh Tenaga Terampil dari Kota Tasik

282
0
BERBAGI
KUATKAN KERJA SAMA. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman bersama Wali Kota Okayama Mr Omori saat kunjungan kerja di Jepang.

BUNGURSARI – Menindaklanjuti kerja sama Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Kota Mimasaka Jepang, Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman beserta Sekda H Ivan Dicksan dan Kadisnaker Kota Tasikmalaya Dra Nunung Kartini MPd dijembatani Sentra Global Edukasi (SGE Indonesia) mengadakan kunjungan kedinasan ke Okayama 8-13 Mei 2018.

Selama di Jepang, mereka menghadiri serangkaian undangan resmi dari Wali Kota Mimasaka, Wali Kota Okayama, JETRO Okayama, Chamber of Commerce Trade & Industri Okayama, perusahaan Itanou Kikou Okayama, Lembaga Bahasa Okayama Institute of Language serta perusahaan outsourcing Hito Communication Tokyo.

Dalam rilis yang diterima Radar dari Pemkot Tasikmalaya, Minggu (13/5), dalam kunjungan tersebut dibicarakan potensi kerja sama. Termasuk rencana pengiriman tenaga kerja profesional dari Kota Tasikmalaya ke beberapa perusahaan di Jepang khususnya di Kota Mimasaka dan Kota Okayama.

Pada pertemuan tersebut, telah disepakati bahwa Pemerintah Kota Mimasaka membutuhkan banyak tenaga kerja pada bidang caretaker, pertanian dan carpenter (pertukangan). “Sementara pemerintah Okayama membutuhkan tenaga dalam bidang perhotelan, pariwisata, IT dan tehnik mesin,” tertera di rilis.

Pada saat kunjungan, Wali Kota, Sekda dan Kadisnaker Kota Tasikmalaya mengadakan pertemuan bilateral dengan Chairman Chamber of Commerce Trade & Industry Okayama dan JETRO Okayama guna membicarakan peluang investasi di kota Tasikmalaya serta penyerapan tenaga kerja professional dari berbagai bidang keahlian.

Guna memenuhi kesepakatan dan kebutuhan tersebut, maka Disnaker Kota Tasikmalaya diharapkan dapat mempersiapkan sarana dan fasilitas training center serta menggandeng Sentra Global Edukasi (SGE Indonesia). Itu untuk menyeleksi secara ketat para calon tenaga kerja dengan minimum tingkat pendidikan akademi (D3) atau sarjana strata 1 (S1) dan memiliki kemampuan berbahasa Inggris dengan nilai TOEFL 500 serta memiliki kemampuan berbahasa jepang dengan minimum level N3.

Kebutuhan akan tenaga kerja ke Jepang ini juga dapat memberikan peluang bagi lulusan SMA & SMK dari berbagai bidang kejuruan untuk dapat menjadi tenaga kerja yang mandiri, berkarakter dan profesional pada setiap bidang keahliannya. Maka dari itu Disnaker menggandeng SGE Indonesia selaku konsultan Pendidikan dan Okayama Institute of Language untuk dapat memberikan pelatihan Bahasa Jepang di kota Tasikmalaya.

Dari hasil kunjungan tersebut telah disepakati bahwa Wali Kota Mimasaka akan mengunjungi Kota Tasikmalaya pada bulan Oktober 2018 beserta beberapa perusahaan lainnya seperti JETRO, Itanou Kikou dan institusi Pendidikan Bahasa Okayama. Mereka akan menindaklanjuti pembahasan kerja sama dalam bidang pengiriman tenaga kerja professional, pariwisata dan perdagangan. (rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here