Jika Ada ASN Positif Corona, Pemkab Garut Bakal Tutup Kantor Pemerintahan

55
0

GARUT KOTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut akan mengumunkan hasil swab test aparatur sipil negara (ASN) pada Rabu atau Kamis pekan ini. Jika dalam pengumuman itu ada pegawai yang positif Covid-19, maka Pemkab Garut akan menutup pelayanan kantor pemerintahan.

“Kalau ada yang positif kita akan tutup (kantor pemda). Rencana ini juga sudah disampaikan kepada Pak Presiden pada video conference tadi (kemarin, Red),” ujar Bupati Garut H Rudy Gunawan kepada wartawan Selasa (11/8).

Baca juga : Seluruh ASN Garut Swab Test

Menurut dia, penutupan kantor Pemkab Garut dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan kantor pemerintahan.

“Kalau ada (konfirmasi positif), kami tutup dulu kayak Gedung Sate. Pastinya kami lakukan tracing,” tuturnya.

Rudy pun menyebut akan menyiapkan anggaran untuk memperbanyak swab test. Tak hanya bagi PNS, swab test juga akan menyasar TNI, Polri hingga tenaga kesehatan.

Berdasarkan arahan presiden, Rudy menuturkan ada tiga klaster yang rentan terhadap penyebaran Covid-19. Pertama yakni tenaga kesehatan (nakes), sangat wajib untuk mengikuti swab test. Kedua yakni pekerja di perkantoran dan ketiga orang-orang di pariwisata.

“Makanya kami wajibkan pakai masker, itu sama dengan PSBB. Kami tidak akan denda yang tak pakai masker, tapi bakal terus diingatkan,” jelasnya.

Presiden juga, kata Rudy, mengarahkan agar warga Garut terus menggunakan masker. Pemberian masker akan masif dilakukan terutama kepada anak sekolah saat belajar tatap muka dibuka.

Hingga kini, sudah hampir 10.000 orang menjalani swab test di Garut. Rudy menargetkan hingga akhir September ada 17.000 lagi yang akan mengikuti swab test.

“Total ada 27.000 yang jalani swab test sesuai arahan pemerintah pusat yakni sebanyak 1 persen dari jumlah penduduk. Oktober itu bisa selesai swab test-nya,” ucapnya.

Sedangkan total nakes di Garut yakni 4.000 orang. Baru 1.000 orang yang sudah menjalani swab test, sisanya akan segera melakukan tes sesuai instruksi pemerintah.

Empat Pasien

Positif Sembuh

Humas Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Garut Yeni Yunita mengatakan ada empat pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Bayongbong dan Bungbulang sembuh setelah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut.

Empat pasien itu terdiri dari seorang laki-laki berusia 33 tahun, dua perempuan berusia 54 tahun dan usia 4 tahun warga Kecamatan Bayongbong.

Selain dari Bayongbong, kata Yeni, pasien lain juga telah dinyatakan sembuh yakni seorang laki-laki berusia 36 tahun asal Kecamatan Bungbulang, Garut.

Yeni menyampaikan seluruh pasien yang sudah diperbolehkan pulang akan mendapatkan pengawasan oleh tim medis dan diwajibkan untuk isolasi mandiri di rumahnya selama 14 hari.

“Isolasi mandiri di rumahnya selama 14 hari dan nanti di-swab kembali,” katanya.

Ia menyebutkan total kasus positif Covid-19 di Garut tercatat hingga Selasa mencapai 51 orang. Sebanyak satu orang isolasi mandiri, 12 orang menjalani perawatan di rumah sakit, 35 orang dinyatakan sembuh dan tiga orang meninggal dunia.

Baca juga : Di Garut, KBM Tatap Muka 18 Agustus

Selama ini, lanjut dia, tim medis gugus tugas terus menelusuri dan memeriksa kesehatan setiap orang yang dinyatakan telah kontak fisik dengan pasien positif untuk mengetahui tertular Covid-19 atau tidak.

“Tim juga telah melakukan tracking dan tracing pada kontak erat konfirmasi positif Covid-19 dan dilakukan penyelidikan epidemiologi dan pengambilan sampel swab,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.