Jika Ada Orang Merokok di Sekolah, Ini yang Harus Dilakukan

512
0
ANTUSIAS. Siswa siswi yang tergabung dalam Duta Anti Rokok tampak antusias mengikuti audiensi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, di Graha Pena Radar Tasikmalaya, Senin (9/4/2018). foto: salsabila / radartasikmalaya.com
Loading...

KOTA TASIK – Siswa-siswi SMS/SMK sederajat se-Kota Tasikmalaya yang tergabung dalam Duta Anti Rokok Kota yang terbentuk sejak Agustus 2017 lalu, semakin menunjukkan progres kerja yang baik.

Ketua Duta Anti Rokok Tasikmalaya, Rijki Nurul Fajri, siswa SMAN 9 Kota Tasikmalaya mengaku, selama ini pihaknya menghadapi berbagai kendala ketika melakukan tugas sebagai Duta Anti Rokok.

“Tidak sedikit teman-teman kami yang memandang sebelah mata, bahkan menolak keras kehadiran duta anti rokok di sekolah. Kami juga sering bingung apa yang harus dilakukan ketika ada siswa yang merokok, apakah harus dilaporkan atau bagaimana,” paparnya.

Guna meminimalisir berbagai kendala yang terjadi di lapangan, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya menginisiasi pertemuan pembinaan antara para Duta Anti Rokok Kota Tasikmalaya bersama pihak Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tasikmalaya, Senin (9/4/2018).

Loading...

Dalam forum yang diselenggarakan di Graha Pena Radar Tasikmalaya tersebut, Kasi Wasdik Satpol PP Kota Tasikmalaya Budhi Hermawan mengatakan, sudah ada Perda dan Perwalkot yang mengatur mengenai sanksi yang harus diberikan kepada perokok yang kedapatan merokok di Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Salah satunya adalah sekolah.

“Kalau terbukti ada pelanggaran misalnya ada siswa merokok di sekolah, langsung saja ambil foto sebagai barang bukti, lalu kirimkan langsung ke kami untuk ditindaklanjuti. Semua sudah tertuang dalam Perwalkot nomor 18 tahun 2011,” ujar Budhi.

Menurut Budhi, operasi tangkap tangan (OTT) bisa dilakukan oleh siapa pun, termasuk pelanggaran merokok di KTR dengan sanksi pidana maksimal 1 bulan 15 hari penahanan atau denda Rp5 juta.

“Dengan hadirnya Duta Anti Rokok ini sebetulnya sangat membantu kami dalam penegakan Perda.  Jadi harus bersinergi,” pintanya.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Dadang Yudhistira mengatakan, kehadiran Duta Anti Rokok dalam hal ini memiliki tugas untuk menyosialisasikan bahaya merokok dan minimal memberikan contoh bagi siswa/i yang lain.

Kedepan, pihaknya berharap Duta Anti Rokok bisa diperluas tidak hanya di tingkat SMA sederajat, juga tingkat SD dan SMP.

“Sosialisasi bisa dilakukan tidak hanya di acara-acara besar. Sebentar lagi kan akan ada MOPD, atau bisa juga ketika upacara bendera setiap hari Senin. Jadi Duta Anti Rokok itu tidak tukcing (ditunjuk cicing, red) tetapi ada tindakan nyatanya,” ujar Dadang.

Selain itu, Ia juga menghimbau untuk tidak menyebarkan foto siswa/i yang diduga melanggar perda dengan merokok di KTR. Pasalnya, hal tersebut bisa mencoreng nama baik sekolah.

“Cukup laporkan saja ke Pol PP atau ke Disdik untuk ditindaklanjuti, tugas Duta Anti Rokok cukup sebagai pelapor,” jelas Dadang. (sal)

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.