Jika tak Dirapihkan, Pria Berjanggut Lebat Ini Ngaku Disuruh Mundur dari Pekerjaan Oleh Kepala KPP Pratama Ciamis

758
0

CIAMIS – Salah seorang Satpam Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ciamis, Moh. ELyas Ruhiat warga Dusun Bojong RT 01/07 Desa Sukamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis mengaku disuruh mengundurkan diri oleh Kepala KPP Pratama, tempatnya bekerja.

Gara-garanya, diduga hanya karena pria kelahiran Surabaya 44 ini memelihara janggut lebat.

Saat dihubungi Radar, Elyas membenarkan peristiwa yang terjadi hari Rabu (26/06) sekitar pukul 07.00 itu.

Dia menuturkan, pagi itu Kepala KPP Pratama datang lalu mengumpulkan seluruh satpam. Lalu, meminta dirinya untuk membersihkan janggut.

“Dia (Kepala KPP, red) bilang, tolong janggut dibersihkan. Kalau ga hari ini dibersihkan pintu terbuka lebar,” ujarnya menirukan perintah Kepala KPP Pratama, yang baru bertugas di Ciamis beberapa hari itu.

Bahkan, lanjut Elyas, Kepala KPP meminta untuk tidak membawa agama ke tempat kerja. “Jangan bawa agama ke sini. Kalau mau ibadah di luar saja,” ucapnya menirukan.

Siangnya, kata Elyas, setelah Kepala KPP keluar kantor, dirinya dipanggil Kasubag Umum, Budi. Dan meminta dirinya untuk mengambil keputusan.

“Saya tak bisa apa-apa. Tergantung pak Elyas saja, apakah mau tetep di sini (bekerja, red) atau mau gimana,” kata Elyas menirukan ucapan Budi.

Mendengar penjelasan dari Kabag Umum, Elyas tak gentar untuk tetap mempertahankan janggut yang diyakini bagian dari ibadah.

Setelah itu, tambah Elyas, dirinya segera bergegas keluar kantor KPP. “Siang itu juga saya keluar kantor. Dan sampai saat ini saya belum membuat surat pernyataan mengundurkan diri,” ucapnya.

Pada kesempatan terpisah, Kepala KPP Pratama Ciamis, Aporen Siregar menjelaskan, pada Rabu (26/6), seperti biasa pihaknya menyapa semua Satpam. Baik yang jaga malam maupun pagi.

“Saat itu, dia (ELyas, red) ada di pos, lalu datang menghadap saya, setelah salaman saya ingatkan beliau, mas harus rapih di sini. Ini kantor pajak, anda sekuriti. Sudah itu aja sudah,” ungkapnya.

“Agama kita sama semua saling menghargai saling menghormati. Karena itu perintah pimpinan kami ke kami,” sambungnya.

Sementara, Kabag Umum KPP, Bambang ikut menjelaskan, sebagai bagian yang membawahi langsung cleaning service dan sekuriti pihaknya hanya memberi saran.

“Tolong rapihkan janggutnya, karena memang kita ini tugasnya ada di kantor pelayanan pajak. Agak kurang etis kalo kelihatannya ngga rapih. Itu saja sih yang saya bilang,” ujarnya.

“Cuman jawaban beliau (ELyas, red) adalah, kayanya mungkin pa saya akan mempertahankan ini (pelihara janggut, red). Saya sudah meminta masukan dari orang tua dan guru saya istri saya,” ucapnya menirukan Elyas.

Aporen dan Bambang menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah ada kata memecat.

Bambang menegaskan bahwa pihaknya menyarankan sebatas kerapihan saja. ” Beberapa karyawan kami juga memelihara janggut, tapi memang kelihatan rapih,” tandasnya.

Sampai hari ini, kata Bambang, pihaknya masih membuka kesempatan beliau, untuk menjadi bagian keluarga kami. Itu melalui rakor satpam nya. Dengan kondisi mungkin sudah dirapihkan,” ungkap dia. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.