Jokdri Otak Perusakan Barang Bukti Persija

30
0
Loading...

Fakta-fakta terbaru tentang Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono terus dikumpulkan. Satgas Antimafia Bola tidak hanya bertumpu pada peristiwa perusakan barang bukti. Joko Driyono terus dibidik dalam kasus match fixing.

Ya, penetapan tersangka Joko Driyono (Jokdri) dalam kasus perusakan barang bukti match fixing di Indonesia hanya permulaan. “Itu (match fixing) yang sedang didalami,” terang Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Selasa (19/2).

Disinggung soal kasus yang dilaporkan oleh Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indriyani, menurut Dedi semua hal bisa berkaitan satu sama lain. “Peran Jokdri secara institusional ya,” ujarnya.

Apa yang disampaikan kan Dedi terkait peran institusional, bisa dimaknai sebagai mengatur perangkat pertandingan maupun jadwal pertandingan. Hal ini sinkron dengan munculnya 11 orang perangkat pertandingan yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka. “Kalau pertandingan Persibara itu hanya satu dari sekian pertandingan. Lain-lainnya ya lagi didalami, terangnya.

Bagi Dedi, terlalu cepat jika publik menilai Jokdir terlibat dalam serangkaian kasus pengaturan skor. “Jangan cepat mengasumsikan. Kita harus hormati asas praduga tidak bersalah, papar mantan Kapolres Ponorogo itu.

Menurutnya, hingga saat ini Jokdri belum ditahan karena pertimbangan subyektif dari penyidik. Hal itu melalui mekanisme gelar perkara. “Dari analisa komprehensif yang sudah dipaparkan, hingga kini tidak memerlukan penahanan dulu,” terangnya.

Bukankah perusakan barang bukti biasanya menjadi alasan penahanan? dia menjelaskan bahwa tiga pelaku perusakan barang bukti tidak ditahan karena kooperatif juga. “Semua barang bukti sudah disita, itu menjadi pertimbangan teknis penyidik,” kata dia. (mhf/ful/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.