Jokowi: Hoax Itu Tindakan Pengecut dan Biadab

5

FIN.CO.ID, Jakarta-  Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, hoax alias berita bohong yang kerap tersebar di sosial media merupakan tindakan yang pengecut dan biadap.

Jokowi mengambil contoh terkait hoax bencana tsunami di Palu. Menurutnya, tsunami besar yang terjadi di aceh pada 2004 silam, dikaitkan dengan tsunami di Palu.

“Hoax yang berkaitan dengan bencana, saya kira sebuah tindakan yang pengecut dan biadab, yang mengabarkan hal-hal yang tidak sesuai, tidak benar,” kata Jokowi dalam acara 30 Menit Bersama Presiden di sebuah televisi swasta belum lama ini.

Menurut Jokowi, lebih baik mendoakan mereka yang telah menjadi korban gempa dan tsunami, daripada sibuk membuat berita hoax.

“Kalau hal-hal seperti ini tidak simpati, tidak menolong, atau menjadi relawan, kalau gak ya doakan saudara-saudara kita,” ujar Jokowi.

Acara yang dibawakan oleh Rikha Indriaswari ini, juga bertanya soal isu Partai Komunis Indonesia (PKI) yang sering dikaitkan dengan Jokowi.

Presiden Jokowi mengatakan, tuduhan PKI itu dimulai di 2014 oleh Obor Rakyat, setelah itu diteruskan oleh Saracen, padahal tuduhan tersebut tidak masuk logika, antara lain adalah foto yang dituduhkan Jokowi bersama dengan DN AIdit.

“Foto itu diambil pada tahun 1955, di mana saya belum lahir,” ujar Jokowi.

Dilanjutkan dengan pernyataan tegas Jokowi bahwa dirinya, orang tuanya hingga kakek-nenek serta keluarga besarnya tidak ada yang terlibat PKI.

“Ini adalah hoaks yang di ulang ulang di media sosial. Saya ini muslim, tiap kali bertemu dengan ulama, kiai, Habaib, ustad. Yang anti-ulama sebelah mana? Jangan di bolak balik, PKI, anti-Islam, antek Asing, itu saya yang menzolimi atau saya yang di zolimi,” kata Jokowi.

Atas jawaban tersebut, Warganet pun ramai dengan tagar #PakJokowiMenjawab menempati posisi trending topik no 1 pada Senin. (ant/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.