Jokowi Masuk Ka’bah, Kuota Haji Langsung Tambah 10 Ribu

20

JAKARTA – Usai kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta keluarganya yang menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci, pemerintah Arab Saudi langsung menambah 10 ribu kuota haji Indonesia.

Kepastian itu disampaikan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. Lukman menyampaikan, tambahan kuota haji itu bahkan disampaikan langsing oleh Raja Salman kepada Presiden saat keduanya bertemu.

Demikian disampaikan Lukman dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Senin (15/4/2019).

“Saat ini, tambahan kuota tersebut juga sudah masuk dalam sistem e-Hajj Saudi. Sebagai tindak lanjut, kami akan segera melakukan pembahasan dengan DPR,” ujarnya.

Lukman menjelaskan, pembahasan dengan DPR dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) itu perlu segera dilakukan.

Paslnya, penambahan kuota tersebut berimplikasi pada sejumlah hal yang kompleks, utamanya terkait biaya penyelenggaraan.

Kemenag bersama DPR telah menyepakati Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 1440 H/2019 M dengan skema kuota 221 ribu.

Terdiri atas 204 ribu jamaah haji reguler dan 17 ribu jamaah haji khusus.

Rata-rata BPIH untuk jamaah haji reguler tahun ini sebesar Rp 35.235.602 atau setara USD 2.481.

Lukman menyatakan, sesuai kesepakatan dengan DPR, biaya haji 2019 menggunakan dana optimalisasi sebesar Rp7,039 triliun untuk 204 ribu jamaah.

“Itu artinya, untuk 10 ribu jamaah baru sebagai tambahan kuota, diperlukan tambahan biaya tak kurang dari Rp346 miliar,” bebernya.

Penambahan kuota itu juga berdampak pada penambahan sekitar 25 kloter baru dan penambahan sekitar 125 petugas kloter.

“Maka perlu dibahas kembali hal-hal yang terkait dengan sumber biayanya,” tambah dia.

Dampak kedua, lanjutnya, yakni terkait pengadaan layanan haji, baik di dalam maupun luar negeri.

Di dalam negeri, penambahan kuota akan mempengaruhi proses penyiapan dokumen dan manasik jamaah haji.

Apalagi, proses penerbitan visa saat ini mempersyaratkan rekam biometrik yang sedang berjalan dan di sejumlah daerah sudah hampir selesai.

“Kami harus mendistribusikan kembali tambahan kuota ini ke tingkat provinsi. Kami juga harus menambah petugas kloter.”

“Jumlah 10 ribu setidaknya akan terdistribusi dalam kurang lebih 25 penerbangan. Setiap penerbangan harus ada lima petugas kloter,” jelasnya lagi.

Di luar negeri, hampir seluruh pengadaan layanan akan terdampak.

“Proses pengadaan yang semestinya sudah hampir final, berarti harus ditambah, dan itu bukan hal mudah,” lanjutnya.

Terkait akomodasi di Madinah misalnya, saat ini hampir seluruh hotel di kawasan Markaziah (jarak terdekat Masjid Nabawi) sudah penuh.

“Penambahan kuota tentu akan menambah kebutuhan hotel yang saat ini sudah banyak dipesan oleh berbagai negara, termasuk Indonesia,” tuturnya.

Kemudian, penambahan kuota juga berdampak pada akomodasi di Makkah dan sistem zonasi yang baru diterapkan tahun ini.

Jamaah haji Indonesia akan ditempatkan pada tujuh wilayah, berdasarkan kelompok embarkasi.

Yakni Syisyah yang terdiri dari Embarkasi Aceh (BTJ), Medan (KNO), Batam (BTH), Padang (PDG), dan Makassar (UPG). Lalu Raudhah terdiri dari Embarkasi Palembang (PLM) dan Jakarta–Pondok Gede (JKG).

Selanjutnya Misfalah yakni Embarkasi Jakarta–Bekasi (JKS) dan Jarwal dengan Embarkasi Solo (SOC).

Juga Mahbas Jin untuk Embarkasi Surabaya (SUB) dan Rei Bakhsy untuk Embarkasi Banjarmasin dan Balikpapan serta Aziziah untuk Embarkasi Lombok (LOP).

Lukman juga menyampaikan bahwa penyediaan akomodasi di Makkah yang saat ini sedang berjalan, sudah hampir final dengan skema zonasi.

“Karenanya, kemungkinan besar, khusus untuk tambahan 10 ribu ini tidak lagi menggunakan sistem zonasi,” jelas dia.

Lukman juga menyebut kebutuhan lainnya yang harus disiapkan adalah terkait bus shalawat dan biaya angkut bagasi.

“Semua membutuhkan biaya, baik direct maupun indirect. Karenanya, Kemenag akan segera melakukan pembahasan dengan DPR untuk mendapatkan persetujuan terkait penambahan kuota ini,” pungkasnya.

(jpg/ruh/pojoksatu)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.