Jokowi Minta Kontribusi Dari Tiga Provinsi

28
0
fin BAHAS. Presiden Jokowi mengharapkan investasi pembangunan bergeliat di tiga provinsi di Indonesia kemarin (9/7).

BOGOR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan investasi dan pembangunan yang telah dilakukan di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur bisa memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Investasi ini diyakini meningkatkan budaya kerja yang tinggi.

“Saya melihat baik infrastruktur maupun budaya kerja yang di sejumlah provinsi sangat mendukung sekali bagi pengembangan investasi. Masyarakat yang terbuka dan juga memiliki produktivitas yang sangat baik,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar rapat terbatas tentang Percepatan Pembangunan, di ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, kemarin (9/7).

Untuk itu, Presiden Jokowi berpesan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa agar jangan terlalu banyak yang dikerjakan. “Kita fokus, kita kerjakan benar tetapi bisa kita selesaikan dalam waktu yang secepat-cepatnya sehingga betul-betul ada sebuah kenaikan yang konkrit, dalam hal ini pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur maupun mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutur Presiden.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut baik keinginan pemerintah pusat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah dan siap mem-back up upaya tersebut.

Menurut Ganjar, ada tiga sektor yang diharapkan Jateng mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat. Ketiga sektor itu adalah produk makan-minum, tekstil dan produk tekstil, dan terakhir furniture. “Kita mau Jawa Tengah menjadi pusat furniturenya Indonesia. Bapak Presiden sangat paham kalau soal itu. Maka dari tadi kita dorong ini,” kata Ganjar kepada wartawan usai mengikuti rapat terbatas.

Mengenai dukungan seperti apa yang diinginkan, Gubernur Jateng itu menyebut banyak. Ia menunjuk contoh misalnya kalau bicara politik tata ruang, maka Menteri ATR/BPN langsung merespons. “Kita hitung dari daya dukung lingkungan bla bla bla, dari segi administratif maka kita akan dorong. Kemarin saya juga membereskan itu, alhamdulillah bisa cepat, meskipun dengan catatan-catatan kehati-hatian kita di daerah,” ungkap Ganjar.

Ganjar menyebut Kepala BKPM menyampaikan beberapa insentif ini mesti diberikan karena hari ini Jawa Tengah lagi bersaing dengan Vietnam. Jadi tidak dengan tetangga kiri kanan tapi dengan Vietnam.

Jateng, lanjut Ganjar, dinilai menarik untuk investasi, seksi sekali. Sehingga Duta Besar RI Korea misalnya, menawarkan ada beberapa investor yang mau masuk ke sini. Beberapa yang sudah masuk relatif kerasan dengan kultur, dengan kinerja masing-masing. “Nah ini mereka melihat Jawa Tengah seksi banget untuk mereka berinvestasi. Maka insentif-insentif ini yang perlu didorong. Tadi itu responnya,” terang Ganjar seraya menambahkan investasinya macam-macam, ada alas kaki, ada elektronik.

Ganjar berharap ada pem­bangun­an kawasan industri di Brebes, yang daerahnya memiliki kemiskinan cukup tinggi dan memerlukan stimulan. “Kami menyediakan lahan, menyediakan izin-izin. Itu kalau begitu ini diputuskan,” imbuhnya. (ful/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.