Jokowi Sebut Pendapatan Bisa Rp 23 Juta Per Bulan

19
0
Edi N/Humas Setkab KUNJUNGI. Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri berfoto bersama 22 peneliti muda Indonesia di Korsel, di Lotte Hotel, Busan, Senin (25/11).

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkirakan pendapatan per kapita orang Indonesia bisa mencapai Rp 23 juta per bulan di masa depan. Keyakininan itu berdasarkan kalkulasi Bank Dunia (World Bank), Dana Monoter Internasional (IMF), hingga konsutla McKenzie yang meramal Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar ke-4 di dunia.

“Saya meyakini akan mencapai titik itu. GDP nominal, GDP PDB kita nomor 4. Perkiraan nanti income per kapita kita sudah mencapai US$23.000 sampai US$29.000 per tahun,” kata Jokowi seperti dikutip dari laman Sektretariat Kabinet, Senin (25/11).

Hal itu disampaikan Jokowi saat melakukan pertemuan dengan puluhan ilmuwan dan peneliti muda Indonesia di Hotel Lotte, Busan, Korea Selatan. Pertemuan ini dilakukan di sela KTT ASEAN – RoK.

Sayangnya, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak menjelaskan kapan PDB per kapita Rp 23 juta per bulan itu bisa terealisasi. Jokowi juga tidak menjelaskan soal perbedaan UMK dan PDB per kapita.

Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), PDB per kapita Indonesia 2018 sebesar US$3.927 atau sekitar Rp56 juta per kapita per tahun di 2018.

Lanjut Jokowi, bila Indonesia tidak bisa menjaga stabilitas politik maupun keamanan, maka pendapatan per kapita Rp 23 juta per bulan akan sulit terealisasi.

“Jangan sampai stabilitas politik, stabilitas keamanan itu ada seperti ini terus. Seolah-olah perhitungan itu tidak akan melesat karena yang menghitung bukan saya pribadi, dan tentu saja tantangan kita besar sekali,” ujar Jokowi.

Lanjut Jokowi, bahwa pemerintah tengah membangun kepercayaan dari negara-negara lain di tengah dinamika perekonomian dunia yang penuh dengan ketidakpastian. Salah satunya, dengan mempertahankan pertumbuhan ekonomi di level 5 persen.

Pasalnya, di tengah dinamika perlambatan ekonomi dunia, apabila bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi di angka 5 persen, maka negara lain akan melihat Indonesia sebagai prospek baik kedepannya.

“Itu yang kita tunggu-tunggu sebetulnya, sehingga mudah mengalir. FDI juga terus. Itulah nanti kita harapkan bisa mempercepat. Bisa maju lebih depan lagi, kita bisa ke-4 besar ekonomi dunia,” ucap Jokowi.

Terpisah, Direktur Riset dari Center for Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah mengatakan, pemerintah seharusnya untuk fokus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di mana untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi pekerja angkatan baru.

“Pemerintah harusnya fokus bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi karena yang sekarang tidak cukup untuk menyediakan lapangan kerja bagi angkatan kerja baru,” ujar Piter.

Menurut Piter, bila pemerintah hanya mampu bertahan pada pertumbuhan ekonomi di level 5 persen, maka pendapatan per kapita tidak akan dinikmati oleh banyak orang Indonesia.

“Kalau pertumbuhan ekonomi hanya 5 persen, kenaikan pendapatan per kapita hanya akan dinikmati segelintir orang. Jutaan orang menganggur dan menjadi beban sosial,” tukas Piter.(din/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.