Jokowi Tegaskan Orangtuanya Asli Boyolali, Nyindir Prabowo?

1545

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TANGERANG – Entah sengaja bermaksud menyindir Prabowo Subianto atau tidak, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa orangtuanya berasal dari desa di Boyolali, Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan dalam Konsolidasi Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Provinsi Banten di Gedung ICE BSD, Serpong, Tangerang, Minggu (4/11/2018).

Dalam kesempatan itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu membeberkan bahwa dirinya selalu diserang dengan berbagai macam isu miring.

Termasuk soal asal-usul keluarganya yang disebut-sebut adalah keturunan Tiongkok yang berasal dari Singapura.

Ia mengaku, dirinya selama ini memilih diam dan tak menanggapi berbagai isu miring tersebut.

Akan tetapi, lama-lama, ia akhirnya harus angkat bicara.

“Selama ini, selama 4 tahun saya diam. Tapi kini saya harus jawab. Saya harus ngomong!” tegas Jokowi dihadapan para hadirin.

Dalam isu miring tersebut, disebutkan bahwa orangtua keturunan Tiongkok asal Singapura itu bernama Oey Hoi Liong,

“Bapak ibu saya itu orang desa di Boyolali,” bebernya.

Untuk itu, ia berharap kedepannya agar tak ada lagi fitnah yang menyerang dirinya, termasuk keluarganya.

Sebaliknya, Jokowi menginginkan agar pesta demokrasi Indonesia harus berasaskan etika dan tata krama yang baik.

“Namanya berpolitik itu ya yang harusnya beradat, beretika dan dengan tata krama,” singgungnya.

Untuk diketahui, ibunda Joko Widodo, Sujiatmi diketahui lahir dan besar di Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Sedangkan Ayahnya, almarhum Notomiharjo menjalani masa muda dan sekolah di desa tersebut bersama kakek dan neneknya.

Bahkan, Joko Widodo sempat mengenyam pendidikan di SDN 112 Tirtoyoso, Boyolali sebelum akhirnya pindah ke Surakarta dan meneruskan pendidikannya di SMPN 1 Surakarta.

Sebelumnya, Boyolali mendadak menjadi ramai diperbincangkan lantaran pidato Prabowo Subianto.

Dilansir dari akun Youtube Grindra TV, Prabowo mengawalinya dengan menyatakan bahwa bangsa Indonesia tidak menguasai perekonomiannya sendiri.

Itu terlihat dari deretan gedung dan hotel mewah yang menjulang di Jakarta.

“Saya memberi usia saya untuk bangsa ini. Saya memberi jiwa dan raga saya untuk bangsa ini tapi begitu saya keliling Jakarta, saya lihat gedung-gedung mewah, gedung-gedung menjulang tinggi, hotel-hotel mewah,” kata Prabowo di hadapan pendukungnya.

Prabowo lalu menyebut sejumlah gedung dan hotel mewah tersebut. Di antaranya Hotel The Ritz-Carlton dan Hotel The St. Regis.

Kedua hotel itu berlokasi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, dan termasuk hotel asing yang juga beroperasi di sejumlah negara lain.

“Sebut saja hotel mana di dunia yang paling mahal, ada di Jakarta. Ada Ritz Carlton, ada apa itu, Waldorf Astoria Hotel. Namanya saja kalian tidak bisa sebut,”

“Ada St Regis dan macam-macam itu semua tapi saya yakin kalian tak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Betul?” kata Prabowo yang langsung dibenarkan pendukungnya.

“Kalian kalau masuk mungkin kalian diusir karena tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang kalian, ya, tampang-tampang Boyolali ini,” katnaya diiringi tawa pendukungnya.

Sebagai prajurit, Prabowo melanjutkan, dirinya tak rela rakyat tidak memiliki negaranya sendiri.

“Saya tidak rela. Saya tidak rela. Dan karena itulah saya melihat rakyat saya masih banyak yang tidak mendapat keadilan dan tidak dapat kemakmuran dan tidak dapat kesejahteraan. Bukan itu cita-citanya Bung Karno,” kata dia.

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.