Jual BBM Lampaui Batas, Izin SPBU Dicabut

20

JAKARTA – Kementerian ESDM melayangkan warning dengan menindak tegas badan usaha yakni operator SPBU atau SPBN yang kedapatan menetapkan harga jual eceran BBM non subsidi melampaui batas atas yang ditetapkan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan jika mereka (badan usaha) tidak mau menurunkan harga jual BBM non subsidi yang melampaui batas atas formula harga jual, maka kami akan mencabut izinnya.

Ditambahkan Djoko, kewajiban badan usaha adalah melapor lalu akan dicek oleh pihaknya. Ketika harga BBM non subsidi yang ditetapka melampaui batas atas formula. “Maka Kementerian ESDM akan meminta mereka untuk melakukan penyesuaian atau penurunan harga ke batas atas yang telah ditetapkan dalam formula harga jual eceran jenis BBM non subsidi,“ terangnya.

Peringatan yang dilayangkan maksimal tiga kali. Hal ini sudah disampaikan dalam sosialisasi. “Kalau sudah diberitahu atau diperingatkan masih tetap tidak sesuai formula maka kita akan cabut izinnya,” timpalnya.

Kementerian ESDM telah melakukan sosialisasi sebanyak tiga kali mengenai formula harga jual eceran jenis BBM kepada badan-badan usaha, dengan sosialisasi terakhir dipimpin oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Tujuan penetapan formula harga jual BBM tersebut untuk melindungi konsumen, menjaga serta melindungi pelaku usaha agar bersaing yang sehat dan fair, serta tidak mengambil keuntungan yang terlalu besar.

Formula harga jual eceran jenis BBM non subsidi yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM tersebut merupakan pedoman bagi badan usaha untuk menetapkan harga jual eceran jenis BBM non subsidi, mengacu pada ketentuan batas margin paling rendah lima persen dan paling atas sebesar 10 persen.

Pedoman formula harga jual eceran jenis BBM non subsidi tersebut, menurut Dirjen Migas, telah diikuti oleh seluruh badan usaha yang telah melakukan penyesuaian harga jual BBM mereka. Keputusan Menteri ESDM No. 19 K/10/MEM/2019 tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis BBM nonsubsidi yang telah diterbitkan beberapa hari lalu oleh Menteri ESDM ini, efektif berlaku sejak tanggal 1 Februari 2019.

Tepisah Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis BBM umum yang disalurkan lewat SPBU atau SPBN, yang efektif berlaku sejak tanggal 1 Februari 2019.

Adapun formula harga jual eceran bensin di bawah RON 95 dan Diesel CN 45 batas bawahnya adalah MOPS (Mean of Platts Singapore) ditambah Rp952 per liter ditambah lima persen margin BU, PPN 10 persen dan PBBKB (Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor) Sedangkan formula batas atas harga jual eceran bensin di bawah RON 95 dan Diesel CN 45 adalah MOPS ditambah Rp2.542 per liter ditambah sepuluh persen margin BU, PPN 10 persen dan PBBKB.

Kementerian ESDM juga menetapkan formula harga jual eceran untuk bensin RON 95, RON 98 dan Diesel di atas CN 51 batas bawahnya adalah MOPS ditambah Rp1.190 per liter ditambah lima persen margin BU, PPN 10 persen dan PBBKB.

Sedangkan untuk formula batas atas harga jual eceran untuk bensin RON 95, RON 98 dan Diesel di atas CN 51 adalah MOPS ditambah Rp3.178 per liter ditambah sepuluh persen margin BU, PPN 10 persen dan PBBKB.

Ditambahkan bahwa konversi yang digunakan yakni kurs te­ngah Bank Indonesia dan satu ba­rel sama dengan 159 liter. “PBBKB sesuai dengan yang di­tetapkan pemerintah daerah, me­ng­ingat setiap pemerintah da­erah menetapkan PBBKB yang ber­beda-beda,” pungkasnya. (ful/fin)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.