Jual Elpiji di Atas HET Bisa Disanksi

134
0
ANTRE. Warga antre untuk mendapatkan gas elpiji 3 kilogram di salah satu pangkalan elpiji di Kota Banjar Selasa (17/7). Cecep herdi / radar tasikmalaya
ANTRE. Warga antre untuk mendapatkan gas elpiji 3 kilogram di salah satu pangkalan elpiji di Kota Banjar Selasa (17/7). Cecep herdi / radar tasikmalaya

BANJAR – Tim dari PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III melakukan survei ke lima pangkalan gas elpiji di dua kecamatan di Kota Banjar.

Mereka menemukan beberapa pangkalan menjual elpiji 3 kilogram (kg) atau bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET).

Sales Executive Pertamina wilayah Priangan Timur Aditya Herdy menemukan adanya pangkalan yang menjual gas elpiji 3 kilogram Rp 17 sampai Rp 20 ribu. Sementara sesuai aturan, HET yakni Rp 16 ribu per tabung.

“Memang ditemukan ada beberapa yang menjual di atas HET. Itu pengakuan dari masyarakat yang membeli gas. Temuan ini akan segera ditindaklanjuti. Sesuai aturan, pangkalan tidak boleh menjual melebihi HET karena pangkalan merupakan titik akhir distribusi dari Pertamina,” kata Aditya Jumat (19/8).

Ia mengatakan di Kota Banjar ada 148 pangkalan elpiji 3 kilogram yang tersebar di empat kecamatan.

“Kejadian ini (menjual di atas HET) akan dilihat dulu kang. Didalami dulu, apa alasan pihak pangkalan menjual di atas HET. Apakah untuk tambahan biaya operasional mengantar ke pembeli,” kata dia.

Kata Aditya, jika pangkalan kedapatan melanggar aturan, sanksi pertama yakni tidak akan disuplai elpiji 3 kilogram ke pangkalan tersebut selama satu minggu. Sanksi kedua tidak disuplai selama dua bulan. Dan sanksi beratnya pemutusan hubungan kerja sama. (cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.