Jual Pestisida Palsu, 3 Warga Tasik Diringkus Satreskrim Garut

79
0
Kita langsung bergerak ke Tasikmalaya untuk menangkap AM dan juga mengamankan tempat pembuatan pestisida palsu tersebut. Alhamdulillah tersangka berhasil kita amankan di lokasi berikut sejumlah barang bukti,” AKP Maradona Armin Mappaseng Kasat Reskrim Polres Garut

KARANGPAWITAN – Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Garut menangkap tiga pelaku yang diduga menjual pestisida palsu di wilayah Garut.

Ketiga pelaku yang merupakan warga Tasikmalaya berinisial AM, DR dan HE ini ditangkap saat hendak menyuplai pestisida palsu di wilayah Kabupaten Garut.

Baca juga : Kemendikbud Ajak Warga Garut Nonton di Bioskop, Ini Judul Filmnya..

Kasat Reskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng mengatakan terungkapnya kasus pemalsuan pestisida berawal dari informasi masyarakat yang curiga dengan harga pestisida yang dijual di toko. Harganya lebih murah setengahnya dari harga aslinya.

Selain warga yang curiga, sales produk pestisida yang dipalsukan juga mengaku kaget dengan beredarnya banyak produk pestisidanya di Garut, karena selama ini produk pestisida pabrikannya harganya mahal.

“Dari kecurigaan itu banyak laporan, jadi kita langsung selidiki,” ujar Maradona kepada wartawan di kantornya, Senin (27/7).

Dari hasil penyelidikan, ternyata pestisida yang harganya murah itu merupakan produk palsu. Sehingga pihaknya langsung memancing penjual pestisida palsu untuk datang mengirim barang tersebut ke Garut.

Dua pelaku, yaitu DR dan HE yang memiliki tugas mengedarkan kemudian datang dan langsung ditangkap.

Dari tangan DR dan HE, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti, mulai pestisida palsu dan kendaraan yang digunakan untuk pengiriman.

Setelah menangkap keduanya, pihaknya langsung melakukan pengembangan, hasilnya diketahui otak pembuat pestisida palsu itu adalah AM.

Dalam pengembangan, diketahui juga pestisida palsu tersebut dibuat di Tasikmalaya.

“Kita langsung bergerak ke Tasikmalaya untuk menangkap AM dan juga mengamankan tempat pembuatan pestisida palsu tersebut. Alhamdulillah tersangka berhasil kita amankan di lokasi berikut sejumlah barang bukti,” katanya.

Di Tasikmalaya, Maradona mengamankan sejumlah bahan yang digunakan untuk memalsukan pestisida.

Dari hasil pemeriksaan kepada AM, pestisida palsu tersebut dibuat dari sejumlah bahan yang warnanya mirip dengan yang asli, termasuk kemasannya.

“Untuk kemasan pestisida memang sangat mirip dengan aslinya. Pelaku ini memesan kemasan dari Bandung menggunakan telepon lalu dikirim ke Garut menggunakan elf,” terangnya.

Selain memalsukan pestisida, AM dan pelaku lainnya pun diduga akan memalsukan sejumlah pupuk.

Hal tersebut diketahui saat pihaknya melakukan penangkapan AM di salah satu bangunan di Tasikmalaya ditemukan sejumlah karung pupuk.

Untuk pestisida palsu sendiri, di Kabupaten Garut sempat beredar dan digunakan oleh para petani. Namun Maradona memastikan saat ini pestisida palsu tersebut sudah tidak ada di pasaran.

Baca juga : KIM Garut Jadi Penangkal Hoax

“Semua sudah kita tarik dan kita jadikan barang bukti. Ada ratusan pestisida palsu yang sudah dikemas dan beberapa barang bukti bahan dan yang lainnya,” sebutnya.

Atas perbuatannya, lanjut Maradona, para pelaku dijerat pasal 100 ayat 1 Undang-Undang nomor 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis dan atau pasal 60 ayat 1 Undang-Undang nomor 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. Ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.