Jual Sabun Kedaluarsa, Warga Bayongbong Garut Digelandang Polisi

52
0

KARANGPAWITAN – Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Garut mengamankan seorang pedagang di Kecamatan Bayongbong.

Penangkapan dilakukan karena pedagang berinisial DH (40) diduga menjual berbagai kebutuhan rumah tangga, salah satunya sabun yang sudah kedaluarsa.

Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono mengatakan penangkapan pedagang tersebut berawal dari laporan masyarakat yang membeli barang dari pelaku DH. Barang dibelinya tersebut sudah kedaluarsa.

Dari temuan itu, masyarakat langsung melaporkan kepada polisi. Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Sat Reskrim Polres Garut kemudian melakukan penelusuran ke tempat jualan pelaku.

Baca juga : Warga Garut Edarkan Upal Rp100 Ribu di Sindangkasih Ciamis, Babak Belur Dimassa

“Saat dicek ke lapangan, ternyata betul barang yang dijual oleh DH ini kebanyakan sudah kedaluarsa,” ujarnya kepada wartawan, Senin (17/12).

Setelah mengetahui banyak barang yang dijual kedaluarsa, anggotanya melakukan pendalaman di tempat jualan pelaku dan menemukan puluhan jenis barang kebutuhan rumah tangga yang sudah kedaluarsa. Mayoritas barang yang dijualnya seharusnya ditarik dari peredaran di 2019.

“Ada 30 jenis barang, mulai popok bayi, pembalut, deterjen, pewangi pakaian, sabun mandi, sabun pencuci piring, sampo, hingga pembersih lantai. Kami langsung amankan bersama pelaku,” ujarnya.

Adi menerangkan barang-barang kebutuhan rumah tangga yang kedaluarsa milik pelaku jumlahnya ada satu gudang. Barang-barang itu rencananya oleh pelaku akan diedarkan kepada masyarakat.

“Sebagian sudah ada yang terjual, sebagian lagi masih menumpuk di gudang dan kita langsung amankan,” ujarnya.

Kata dia, pelaku DH dikenakan pasal 62 ayat 1 Jo pasal 8 ayat 1 huruf a, d, dan g Undang-Undang nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ancaman hukumannya 5 tahun atau denda Rp 2 miliar. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.