Jumlah Pasien Positif Corona di Arab Saudi 1.536 Orang

108
0
AFF/ fin SEPI JAMAAH. Kondisi Masjidil Haram Mekah yang masih sepi dari jamaah usai merebaknya Covid 19 di Arab Saudi.

Hingga kemarin (2/4), Pemerintah Arab Saudi mencatat adanya tambahan 165 kasus infeksi virus corona (Covid-19). Dengan begitu, total warga yang terserang pandemik di negeri Timur Tengah itu sampai menjadi 1.536 kasus.

Adapun jumlah orang yang meninggal dunia akibat wabah corona di Arab Saudi per hari ini tercatat sebanyak 21 jiwa. Sementara, dari total kasus infeksi Covid-19 yang terkonfirmasi 328 orang dinyatakan sembuh.

Baca juga : 3 Pembawa Jenazah dari Jakarta ke Tamansari Kota Tasik Jadi ODP

“Wilayah yang belum mencatat kasus tidak boleh berasumsi bahwa virus itu tidak akan menjangkau mereka,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi, Muhammad Al-Abd al-Ali, dikutip Alarabiyah, Kamis (2/4).

Al-Abd juga mengingatkan kepada warga Arab agar selalu berhati-hati. Pasalnya, virus ini memiliki masa inkubasi dengan tanpa gejala. “Tidak ada area yang kebal terhadap wabah ini. Seluruh dunia saat ini dalam siaga tinggi, tanpa kecuali,” uajrnya.

Sampai pukul 20.23 kemarin, jumlah penduduk yang terinfeksi Covid-19 secara global sudah mencapai 959.690 kasus.

Amerika Serikat berada di urutan teratas negara dengan kasus Corona terbanyak, yakni mencapai 215.357 kasus.

Sementara, Italia menjadi negara dengan kasus kematian akibat corona terbanyak di dunia per hari ini, yaitu 13.155 kasus.

TEMBAK MATI

Presiden Flipina Rodrigo Duterte memerintahkan polisi dan tentara menembak mati siapa saja yang membuat gaduh terkait pemberlakuan lockdown di Luzon.

Ancaman tersebut disampaikan Duterte, terkait protes yang dilakukan sekelompok masyakarat miskin di Ibu Kota Manila, akibat dampak penguncian sejak bulan lalu sebagai imbas dari wabah virus corona (Covid-19).

Duterte memperingatkan kepada siapa saja yang menghalangi para petugas medis, termasuk dokter. Menurutnya, perbuatan tersebut merupakan kejahatan serius.

“Perintah saya kepada polisi dan tentara, jika ada yang membuat masalah, hidup mereka dalam bahaya, tembak mati mereka,” tegasnya Duterte, seperti dikutip dari Aljazeera, Kamis (2/4). “Biar ini menjadi peringatan bagi semua. Ikuti (anjuran) pemerintah untuk saat ini karena dalam kondisi kritis,” sambungnya.

Otoritas kesehatan Filipina melaporkan, sejauh ini ada 2.311 kasus Covid-19, sebanyak 96 di antaranya meninggal. Sekelompok penduduk di daerah kumuh di Quezon, Manila, berunjuk rasa di sepanjang jalan raya untuk memprotes belum mendapat bantuan paket makanan dan bahan pokok sejak pemberlakuan lockdown 2 pekan lalu.

Polisi dan tentara mendesak warga untuk kembali ke rumah, namun mereka menolak. Petugas pun membubarkan paksa unjuk rasa dan menangkap 20 orang.

Pemimpin kelompok pengunjuk rasa Jocy Lopez (47) mengatakan, mereka terpaksa turun ke jalan karena tidak bisa mencari nafkah dan tak punya makanan sejak lockdown.

“Kami di sini untuk meminta bantuan karena kelaparan. Kami belum diberi makanan, beras, bahan makanan lain atau uang tunai. Kami tidak punya pekerjaan,” katanya.

Sementara itu, beberapa kelompok HAM Filipina mengecam penangkapan itu dan mendesak pemerintah segera membebaskan warga serta memberikan bantuan uang tunai yang telah dijanjikan.

Baca juga : 3 Pembawa Jenazah dari Jakarta ke Tamansari Kota Tasik Jadi ODP

Pemerintah Filipina menganggarkan 200 miliar peso atau sekitar Rp65 triliun untuk membantu keluarga miskin dan mereka yang kehilangan pekerjaan akibat lockdown. “Menggunakan kekuatan berlebihan dan penahanan tidak akan menghilangkan perut kosong warga Filipina yang, sampai hari ini masoh menagih janji bantuan uang tunai bagi orang miskin,” demikian pernyataan organisasi kelompok hak asasi perempuan, Gabriela. (der/fin)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.