Jumlah Siswa di Kota Tasik yang Dapat BLT Rp3,4 Juta Belum Diketahui

52
0
Ilustrasi siswa

KOTA TASIK – Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos), Senin (11/01) kemarin, menggulirkan program Bantuan Langsung Tunia (BLT) pendidikan untuk anak sekolah sebesar Rp3,4 juta setahun.

Program ini merupakan Bantuan Sosial (Bansos) dari Program Keluarga Harapan (PKH) dengan total nilai Rp3,4 juta setahun.

Penerima manfaat ini adalah anak sekolah mulai dari pendidikan Sekolah Dasar (SD) hingga jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

Khususnya untuk di Kota Tasikmalaya, kebijakan itu hingga Selasa (12/01) sore belum diketahui secara jelasnya.

Pasalnya, pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tasik belum menerima surat edaran dari pihak Kemensos terkait BLT anak sekolah.

“Iya memang benar kemarin Kemensos menggulirkan program itu (BLT anak sekolah, Red). Tapi surat resminya dari Kemensos belum kita terima hingga sore ini,” ujar Sekretaris Dinas Sosial (Sekdinsos) Kota Tasik, Hendra Budiman kepada radartasikmalaya.com.

Terang dia, maka dari itu hingga kini belum dapat diketahui berapa banyak anak sekolah di Kota Tasik yang bakal menerima manfaat dari Bansos BLT itu.

Karena, petunjuk pelaksana (juklak) maupun petunjuk teknis (juknis) soal BLT jenis ini belum diterima pihaknya.

“Ya jadi kami belum tahu apa-apa. Surat resminya belum sampai ke kita. Belum diketahui berapa banyak siswa kita yang akan mendapatkannya. Juga belum bisa diasumsikan yang dapat PKH dapat bantuan ini juga. Kami pokoknya masih menunggu kejelasanya,” terangnya.

Sekadar diketahui, PKH merupakan program pemberian bantuan sosial masyarakat keluarga miskin yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat atau dalam istilah kerennya sering disebut Conditional Cash Transfer (CCT) atau BLT.

Jumlah penerima PKH tahun 2020 sebanyak 10.000.000 KPM dengan alokasi anggaran sebesar Rp36,9 triliun.

PKH harus terdaftar dan hadir pada fasilitas kesehatan dan pendidikan terdekat.

“Diharapkan melalui bantuan ini, keluarga penerima manfaat dapat memiliki akses pendidikan yang lebih baik,” tutur Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharani kepada awak media, Senin (11/01).

Rincian dananya meliputi siswa SD/MI/Sederajat Rp900.000 setahun atau Rp75.000 per bulan, SMP/MTs/Sederajat Rp1,5 juta setahun atau Rp125.000 per bulan dan SMA/MA/Sederajat Rp2 juta setahun atau Rp166.000 per bulan.

BLT bagi para pelajar tersebut disalurkan dalam kurun waktu satu tahun dengan 4 kali masa pencairan di mulai Januari, April, Juli dan Oktober.

BLT bisa diambil di Bank BUMN yang telah ditunjuk pemerintah di antaranya BRI, Mandiri, BNI dan BTN.

Hasil penelitian lain menunjukkan bahwa PKH memberikan dampak terhadap perubahan konsumsi rumah tangga, seperti di beberapa negara pelaksana CCT lainnya.

PKH berhasil meningkatkan konsumsi rumah tangga penerima manfaat di Indonesia sebesar 4,8%.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.