Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.7%

8.1%

3.5%

23.6%

2.3%

45%

0.1%

16.7%

0%

Juventus di Ambang Juara

23
0
twitter BEDUEL. Gelandang AC Milan El Shaarawy berduel dengan pemain Juventus pada lanjutan Serie A, kemarin.

TURIN – Juventus di ambang gelar juara Serie A pada akhir pekan ini, setelah mereka memenangi laga pekan ke-31, Minggu dini hari WIB. Si Nyonya Tua-julukan Juventus-memetik kemenangan krusial 2-1 atas tamunya AC Milan di Stadion Allianz, Turin.

Tambahan tiga poin membuat Juventus mengoleksi 84 poin atau unggul 21 poin dari Napoli dengan 63 poin yang berada di peringkat kedua. Napoli baru akan melakoni laga pekan ke-31 mereka melawan Genoa pada Senin (8/4) dini hari WIB tadi

Jika Napoli kalah melawan Genoa maka Juventus akan memastikan gelar juara dengan selisih 21 poin tersebut. Sebab, walau di tujuh sisa pertandingan berikutnya Napoli selalu menang dan Juventus selalu kalah, poin akhir kedua tim akan sama. Namun Juventus unggul karena selalu menang dalam dua kali pertemuan kontra Napoli.

Pun jika Napoli menang atas Genoa, Juventus hanya membutuhkan satu poin saja di laga pekan ke-32 untuk memastikan gelar juara Liga Italia untuk lima musim beruntun.

Juventus memang tampil sebagai pemenang, saat menjamu AC Milan. Namun, di balik kemenangan Bianconeri itu, diyakini bukan lantaran pemuncak Serie A tersebut, tampil lebih baik dibandingkan lawannya.

Setidaknya itu yang dikatakan pelatih Milan, Gennaro Gattuso, menanggapi hasil laga pekan ke-31 Serie A, yang jauh dari kata memuaskan itu, khususnya dari sudut pandang tim tamu, yang gagal menyalip posisi Inter Milan di tiga besar itu.

“Laga malam ini adalah laga terbaik Milan di sepanjang 2019, dan kalah bukan karena Juventus main lebih bagus. Kekalahan ini karena kesalahan yang kami buat sendiri,” kata Gattuso seperti dikutip Football Italia.

Menurut eks gelandang AC Milan itu, tim yang dimotori salah satu pencetak gol tersubur musim ini, Krzysztof Piatek, tampil lebih memukau, khususnya di babak pertama laga. “Juventus (baru bisa bermain bagus) setelah 20 menit laga, bermain lebih melebar dan beralih (dari 3-5-2) ke 4-4-2. Secara taktis dan teknis, kami memulainya lebih baik,” ungkapnya.

Sayang, Paulo Dybala yang kembali dimainkan, setelah sempat diistirahatkan Massimiliano Allegri, dan bintang baru Juve, Moise Kean, merusak pesta Milan, yang berniat pulang dengan angka penuh di tangan.

Meski tidak diuntungkan dengan keputusan wasit yang menghadiahkan tendangan penalti bagi Juve, saat Paulo Dybala di langgar di kotak terlarang Milan, Gattuso meyakini bahwa apa yang diputuskan wasit dalam laga tersebut, adalah hak prerogatif yang harus dihormati.(ruf/fin/wsa)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.