Kabupaten Tasik; 117 ODP, 4 PDP, 0 Positif

1793
0

SINGAPARNA – Jumlah warga yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) corona di Kabupaten Tasikmalaya terus bertambah.

Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Pemkab Tasikmalaya Jumat (27/4) pukul 13.00 mencatat ada 117 ODP corona dan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) empat.

Baca juga : Sekda Jabar: Warga Jangan Mudik, Jangan Piknik!

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya dr Heru Suharto MMKes mengakui jumlah ODP mengalami penambahan setiap harinya, termasuk yang PDP sekarang menjadi empat.

“Alhamdulillah di Kabupaten Tasikmalaya tidak ada yang positif,” ujarnya, menjelaskan.

Heru mengimbau masyarakat tetap waspada dan jangan panik.

Dan tetap melakukan pola hidup bersih sehat sebagai proteksi terhadap keluarga.

Kemudian harus terus mengikuti anjuran dari pemerintah dalam menekan penyebaran virus corona.

“Warga status ODP yang bertambah tersebut sebagian besar pada umumnya adalah warga Kabupaten Tasikmalaya baru pulang dari luar daerah yang termasuk zona merah terpapar virus corona,” ujarnya, menjelaskan.

“Sedangkan untuk yang empat orang PDP masih dilakukan perawatan di ruang isolasi RSUD SMC. Mudah-mudahan kondisinya stabil dan bisa sembuh kembali sedia kala,” tuturnya.

“Informasi selanjutnya terkait status penyebaran Covid-19 akan terus kita pantau dan sampaikan ke publik, lewat pusat informasi dan koordinasi ini,” ujarnya.

Baca juga : Pemprov Jabar Larang Warga Pulang Kampung untuk Antisipasi Penyebaran Corona

Upaya antisipasi, kata dia, pihaknya akan melakukan sterilisasi di Pasar Singaparna dengan penyemprotan disinfektan.

Kemudian tetap mengimbau masyarakat menggunakan masker dan sering cuci tangan menggunakan sabun atau antiseptik.

“Termasuk fasilitas umum lainnya seperti terminal, masjid dan tempat publik lainnya akan kita semprot. Kita libatkan semua SKPD dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, baik Dinas Kesehatan, Dishub dan OPD lainnya,” katanya.

Puskesmas Manonjaya mencatat jumlah warga di wilayahnya yang berstatus ODP corona ada 10 orang.

Walaupun dinyatakan ODP, mereka dipantau atau isolasi di rumahnya masing-masing karena belum sakit.

“Hanya saja mereka merupakan perantau yang baru datang dari zona merah,” ujar Kepala UPT Puskesmas Manonjaya H Ijang Budiana Nur SKM MKM saat dihubungi Radar, Jumat (27/3).

Sampai saat ini, kata dia, belum ada yang dikhawatirkan menjurus kepada pasien dalam pengawasan (PDP).

Namun, pihaknya terus waspada dan antisipasi, mengingat Manonjaya cukup membludak jumlah warga yang baru pulang dari perantauan di kota besar, terlebih yang masuk kepada zona merah corona.

“Kami imbau ketika ada yang pulang dari Jakarta, sudah diam saja di rumah. Jangan berkeliaran ke sana sini,” katanya.

Walaupun diimbau diam di rumah, kata dia, untuk warga yang baru pulang merantau bisa melakukan konsultasi kesehatan melalui telepon yang sudah disiapkan.

“Hubungi petugas kesehatan atau bisa lewat telepon call center 119. Jika langsung datang ke pelayanan kesehatan itu risikonya tinggi, apalagi pulang dari zona merah, apalagi disertai gejala-gejala seperti batuk, demam dan sesak napas,” katanya.

Baca juga : Ini Dia Kader Terbaik Ponpes Idrisiyyah yang Diwakafkan Jadi Calon Bupati Tasik

Lanjut dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian, nantinya harus memperlihatkan KTP-nya bagi yang akan memeriksa.

Jika bukan merupakan orang Manonjaya dipersilahkan berobat ke puskesmas setempat sesuai domisilinya.

“Saya sudah membewarakan, jika datang dari luar kota maka diam saja di rumah. Laporan ke pa RT/RW bahwa sudah ada di kampung, kemarin dari luar kota,” tukasnya.

“Mereka dikarantina selama 14 hari jangan ke luar rumah, jika tidak apa-apa ya berarti tidak ada indikasi membawa virus,” kata dia.

(dik/obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.