Kabupaten Tasik Darurat Uang Palsu

Ilustrasi

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

SINGAPARNA – Pengamat sosial, politik dan pemerintahan Tasikmalaya Asep M Tamam mengatakan seringnya terjadi kasus pembuatan dan peredaran uang palsu (upal) di Kabupaten Tasikmalaya harus disikapi serius. Sehingga kasus yang merugikan masyarakat ini tidak selalu terjadi.

“Semua unsur harus turun dalam antisipasi dan menyelesaikan permasalahan uang palsu. Jangan sampai kasus-kasus seperti ini kembali terjadi dan merugikan masyarakat,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (2/9).

Kata dia, pihak kepolisian harus mengusut tuntas sampai ke akarnya terkait pembuatan dan peredaran uang palsu ini. Kemudian peran pemerintah juga harus aktif dalam menyosialisasikan soal uang palsu dan asli ke masyarakat-masyarakat serta pedagang kecil. Sehingga mereka benar-benar paham terkait uang asli dan palsu. “Kalau sudah tahu dengan jelas, masyarakat tidak akan terjebak atau tertipu lagi dengan uang palsu,” bebernya.

Menurutnya, adanya uang palsu yang sampai pecahan Rp 5.000 dan 10.000 akan sangat meresahkan bagi masyarakat dan para pedagang. Mengingat uang pecahan tersebut yang sangat jarang sekali dipalsukan. “Saya kira ini harus segara ada solusinya, karena sudah darurat upal di Kabupaten Tasikmalaya. Mengingat sudah berkali-kali terjadinya pembuatan dan pengedaran uang palsu,” tandasnya.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Sukaratu Fahmi Muzaki menambahkan hampir setiap tahun di Kabupaten Tasik­malaya se­lalu terjadi kasus uang palsu. Oleh karena itu persoalan upal ini ha­rus segera diputus mata rantainya sehingga tidak kem­bali terjadi dan merugikan ma­sya­rakat. “Menurut saya dalam hal ini pe­merintah dan Bank Indonesia harus mampu mengawasi soal upal sehingga tidak lagi terjadi,” tandasnya. (ujg)

loading...