Kades Cikupa Tasik: Selain Covid-19 Ada Bahaya Stunting Ancam Warga

84
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com

KARANGNUNGGAL – Pemerintah Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal terus melakukan sosialisasi terkait penerapan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 dan bahaya stunting agar bisa dimengerti oleh masyarakat secara menyeluruh.

“Kami telah menyosialisasikan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan lebih masif lagi dilakukan kepada masyarakat. Selain itu, perlu adanya kerja sama semua pihak untuk saling mencegah terjadinya penularan ke berbagai pelosok tempat,” ujar Kepala Desa Cikupa Yudha Heryadi kepada Radar, Rabu (21/10).

baca juga : Tiba di Kota Tasik, si Kembar Ziarah Makam Ibunya, Treni Terpisah Sejak Bayi

Kata Yudha, hal ini terus dilakukan tentunya agar angka penularan virus corona dapat segera ditekan dan kesehatan serta keselamatan masyarakat tetap terjamin dengan adanya sosialisasi yang lebih masif.

“Kami mengajak semua pihak untuk tetap peduli dan waspada terhadap penyebaran virus ini. Sebagai salah satu usahanya, kami memberikan bantuan masker dan penyemprotan disinfektan di beberapa fasilitas umum seperti masjid dan tempat lainnya,” ungkapnya.

Yudha mengungkapkan, pemerintah desa selalu melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan Covid-19.

Dengan harapan sosialisasi mengenai penyakit Covid-19 yang dilaksanakan tersebut dapat membantu masyarakat untuk mengerti kondisi penyebaran penyakit Covid-19. “Harapan kami semua pihak, termasuk masyarakat, bisa ikut berpartisipasi untuk memutus rantai penularan penyakit Covid-19,” kata dia.

“Jangan sampai di tengah Covid-19 kita abai dengan persoalan stunting. Bagaimana kita mengupayakan ada kesadaran baru buat ibu-ibu muda di tengah kebiasaan baru ini tetap memperhatikan stunting,” kata dia, menambahkan.

Lanjut Yudha, tantangan besar hari ini adalah bagaimana menyikapi stunting dalam situasi masyarakat produktif tapi aman Covid-19. Dalam hal ini perlu membutuhkan strategi-strategi yang dimungkinkan bisa efektif menurunkan angka stunting dan aman Covid-19.

Pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dapat berpengaruh secara signifikan terhadap pencegahan stunting. Selain itu, seribu hari pertama kehidupan anak perlu diperhatikan, seperti pola asuh, pola makan dan sanitasinya. Sebab hal ini juga menjadi bagian dari pencegahan stunting.

Baca juga : Kantor PCNU Kota Tasik Disita Warga Nahdliyyin, Ketua : Eta Mah Jalma Ngalindur..

Kata dia, stunting merupakan hambatan pertumbuhan anak balita untuk tumbuh dengan normal. Dalam pandemi Covid-19 ini pemerintah desa juga tetap memperhatikan dan mempertahankan pelayanan kesehatan stunting kepada anak balita.

“Kita ingin ada perubahan perilaku dari masyarakat agar lebih baik lagi dari unsur kebersihan dan kesehatan. Meskipun saat ini pandemi Covid-19 memang selalu membayangi setiap kegiatan. Semua harus menjalankan kegiatan dengan protokol kesehatan Covid-19,” ungkapnya. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.