Kades di Pangandaran Bisa Dipidana Jika tak Netral dalam Pilkada

186
0
DIKUMPULKAN.Para kepala desa se-Kabupaten Pangandaran diberi pemahaman terkait pengawasan partisipatif dan netralitas selama Pilkada 2020. deni nurdiansah / radar tasikmalaya

PANGANDARAN – Puluhan kepala desa diundang Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pangandaran untuk mendapatkan pencerahan seputar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Mereka diberi pemahaman mengenai netralitas selama tahapan dan kampanye.

Ketua Bawaslu Iwan Yudiawan mengatakan Pilkada 2020 menjadi momentum penting bagi masyarakat Kabupaten Pangandaran, kesuksesan pelaksanaa hajat lima tahunan ini harus ada campur tangan semua pihak. Termasuk kepala desa, sebagai ujung tombak pengawasan partisipatif. “Mereka (kepala desa) berhubungan langsung dengan masyarakat,” ujarnya Selasa (28/7).

Menurutnya, regulasi terkait netralitas kepala desa sudah ada, tinggal kesadaran mereka terkait aturan tersebut. “Makanya kami lakukan koordinasi dari sekarang. Kita paparkan lagi tentang aturan yang tidak boleh mereka lakukan selama Pilkada 2020,” jelasnya.

Ia mengatakan kepala desa seharusnya ikut mengawasi dan ikut mencegah terjadinya kecurangan selama masa kampanye nanti. “Jangan sampai kepala desa ini malah terjun ke politik praktis,” katanya.

Lanjut dia, praktik money politic juga harus menjadi perhatian para pemangku kepentingan di level desa, karena kerawanan itu tetap bisa terjadi. “Money politic itu sebagai virus dan antivirusnya, ya kesadaran kita,” jelasnya.

Komisioner Bawaslu Pangandaran Gaga Abdillah menambahkan keberpihakan kades kepada salah satu calon kepala daerah akan terancam sanksi pidana.

Loading...

“Sesuai ketentuan hukum pasal 71 UU nomor 10 tahun 2010, pejabat aparatur sipil negara, TNI, Polri dan kades dilarang membuat keputusan yang menguntungkan salah satu pasangan calon,” katanya.

Ia berharap para kades bisa menjaga marwahnya dan menjaga sikap netralitas mereka. “Saya yakin dengan terus memberikan pemahaman ke mereka, pasti tidak terjadi hal yang diinginkan,” ujarnya. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.