Kades & Kakaknya Diringkus Polisi, Audit Desa Neglasari Tasik Dilanjut

182
0

SINGAPARNA – Kantor Desa Neglasari Kecamatan Jatiwaras terbukti sengaja dibakar oleh kepala desa dan kakaknya. Alasannya untuk menghilangkan bukti laporan keuangan dana desa (DD) yang akan diaudit oleh Inspektorat.

Kasus tersebut sudah diungkap oleh Satreskrim Polres Tasikmalaya yang menetapkan Kepala Desa Neglasari Wowon Gunawan beserta kakaknya, BD sebagai tersangka pembakaran kantor desa dengan tujuan menghilangkan barang bukti atau berkas laporan keuangan dana desa.

Baca juga : Irigasi 6 Desa di Cisayong Tasik Terganggu Material Longsoran

Akibat aksi tersebut, Kantor Desa Neglasari Kecamatan Jatiwaras terbakar habis, terlebih ruangan sekretaris desa (sekdes) yang terdapat berkas-berkas laporan keuangan dana desa. Karena, pelaku melakukan pembakaran dari titik ruangan tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Inspektorat akan tetap dan masih melakukan audit terhadap laporan pertanggung jawaban serta surat pertanggung jawaban keuangan dana desa (DD) dari 2016-2019 di Desa Neglasari, Kecamatan Jatiwaras.

Asisten Daerah (Asda) I Setda Kabupaten Tasikmalaya Bidang Pemerintahan Ahmad Muksin SH MH mengatakan, pemerintah daerah sudah menggelar rapat membahas soal pembakaran kantor Desa Neglasari yang melibatkan kepala desanya.

“Hasil rapat, untuk proses hukumnya kita serahkan ke aparat penegak hukum (APH) Polres Tasikmalaya dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya. Inspektorat membentuk tim investigasi untuk audit LPJ dan SPJ Desa Neglasari,” ujarnya kepada Radar, Selasa (18/2).

Kata Ahmad, setelah muncul hasil audit yang dilakukan Inspektorat, pihaknya pun akan menyampaikan dan melaporkan kepada APH untuk ditindaklanjuti. “Saat ini proses hukum berjalan, kaitan dengan praduga tidak bersalah terhadap kepala Desa Neglasari belum dibuktikan, hasil audit Inspektorat nanti yang akan membuktikannya,” papar dia.

Jelas dia, audit keuangan di Desa Neglasari tidak hanya untuk tahun anggaran 2019 saja, melainkan pada 2018, 2017 dan 2016. “Kami intinya masih berpegang kepada asas praduga tak bersalah. Intinya, kita sudah menunjuk Plt kades guna kelancaran pelayanan kepada masyarakat. Jadi belum bisa menentukan kades bersalah atau tidak,” ujarnya.

Inspektur Kabupaten Tasikmalaya EZ Alfian menambahkan, pihaknya sedang melakukan audit anggaran dana desa di Pemerintah Desa Neglasari.

“Kita tidak masuk urusan siapa pembakar kantor desa, tetapi audit keuangannya,” ujarnya.

Alfian menegaskan satu kata kunci yang ditekankan selama ini, bagaimana menciptakan kondusivitas di desa agar pelayanan tidak terganggu oleh kondisi apapun. “Sehingga masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan terbaik dari pemerintahan desa,” ujarnya, menjelaskan.

Baca juga : Pemprov Jabar Siap Bantu Pembangunan Kantor Desa Neglasari Tasik yang Dibakar Kades

Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pengembangan Karier dan Promosi BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya Ahmad Zaki Rusyana mengatakan jika ada PNS yang terbukti atau ada putusan inkrah dari pengadilan dengan vonis di atas dua tahun, kemungkinan bisa diberhentikan secara tidak hormat.

“Pelanggaran disiplin dari seorang PNS, itu bisa diproses Badan Pertimbangan Penjatuhan Hukuman Disiplin (BPPHD). Nanti bisa diproses atau diberikan sanksi setelah ada putusan. Tetap, BKD menunggu proses hukum yang berjalan,” ungkap dia. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.