Kadinkes Kota Tasik: Insentif Tim Pemulasaraan Jenazah Bisa Dibayar Mandiri oleh RSUD

130
0
PROTES INSENTIF BELUM CAIR
Petugas pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, menggunakan APD yang bertuliskan curhatan mereka, Kamis (20/08). istimewa for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, angkat bicara terkait aksi protes belum cairnya insentif covid-19 para petugas pemulasaraan jenazah RSUD dr Soekardjo Kota Tasik.

Menurut Uus, pembayaran insentif tim instalasi jenazah itu sejatinya bisa dilakukan secara mandiri oleh pihak rumah sakit, meski tak cair dari Kemenkes.

“Sebetulnya kalau sudah berbentuk BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) pihak rumah sakit bisa membayar mandiri insentif mereka meski tak ada cair dari Pusat (Kemenkes),” ujar Uus kepada wartawan, Kamis (20/08).

“Soalnya mereka kasihan sebagai salah satu petugas paling berisiko yang kontak langsung dengan jenazah covid-19,” sambungnya.

Uus menambahkan, selama ini mekanisme pencairan anggaran covid-19 termasuk dana insentif diajukan melalui dokumen oleh rumah sakit ke Dinas Kesehatan.

Pihaknya juga selama ini hanya memverifikasi dokumen pengajuan pembiayaan itu dan jika dinyatakan layak akan lamgsung diteruskan ke Pemerintah Pusat.

“Insentif itu diusulkan oleh pihak rumah sakit dan dinas bertugas memverifikasi usulan pembiyaan. Teknis selanjutnya lewat verifikasi dinyatakan laik untik dinkes dan diteruskan ke pusat. Selanjutnya mekanismenya langsung dibayarkan oleh rumah sakit,” tambahnya.

Jadi, kata Uus, sifatnya terkait insentif yang berwenang menjelaskan permasalahan oleh rumah sakit.

Selama ini memang terdapat satu aturan yang harus dikonfirmasi lagi terkait aturan insentif yang ditujukan untuk pekerja medis dan non medis.

Pihaknya pun mempertanyakan apakah tim pemulasaraan medis bisa masuk ke anggaran non medis atau medis.

“Terlepas itu, jangan lupa juga bahwa pembayaran insentif tim pemulasaran jenazah bisa dibayarkan langsung secara mandiri oleh RSUD berasal dari anggaran layanan rumah sakit itu sendiri,” bebernya.

Langkah lainnya untuk permasalahan ini, jelas Uus, pihak RSUD bisa segera mengajukan pembiayaan lainnya untuk pemenuhan insentif bagi petugas pemulsaraan jenazah.

Pihaknya pun siap melakukan verifikasi dan segera melanjutkan pengajuan ke pusat. Tapi langkah ini memakan waktu.

Sebetulnya kalau sudah BLUD, ada keleluasaan pos anggaran dari RSUD untuk pembayaran insentif petugas kamar mayat.

“Kalau besarannya, RSUD sendiri yang lebih paham dan akan memberikan jumlah insentif secara layak seusai berjuang menangangi covid-19 di Tasikmalaya,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.