Kadisdik Jabar Akan Mengecek

218
0
Loading...

BANYAK pihak menyayangkan atas sikap oknum kepala sekolah di salah satu sekolah tingkat atas di Kota Banjar yang menghukum siswanya dengan kekerasan. Salah satunya Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Banjar Joko Nurhidayat.

“Ini harus menjadi perhatian bersama buat para orang tua murid, supaya hukuman seperti itu tidak boleh terjadi lagi ketika murid atau siswa melakukan kesalahan,” kata Joko Selasa (24/4).

Ia meminta kasus seperti ini ditangani serius, baik oleh pemerintah maupun pihak berwajib.

“Karena potret seperti ini harus menghasilkan efek jera buat semuanya. Bukan hanya para pendidik tapi juga orang tua siswa harus ikut berpartisipasi aktif agar kejadian ini tidak terulang kembali,” katanya.

Ia menilai dunia pendidikan merupakan wadah untuk pembentukan regenerasi bangsa ke depan.

Loading...

“Saya mendukung langkah kepolisian selaku penegak hukum untuk segera menuntaskan kasus ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Ahmad Hadadi mengaku belum menerima laporan terkait dugaan kekerasan yang terjadi di salah satu sekolah tingkat atas di Kota Banjar.

Ia berjanji akan mengecek secara langsung kepada oknum kepala sekolah tersebut.

“Oh di Banjar. Nanti saya cek kepala sekolahnya,” singkat Ahmad Hadadi melalui pesan Whatsapp.

Diberitakan sebelumnya, Plt Wali Kota Banjar drg Darmadji Prawirasetia menyatakan SMK atau SMA sederajat merupakan kewenangan langsung provinsi. Pemerintah kota hanya berwenang mengurusi tingkat SD dan SMP.

“Terlepas dari itu semua, saya prihatin jika dunia pendidikan di Kota Banjar ada kekerasan. Apapun alasannya yang namanya kekerasan itu tidak dibenarkan,” katanya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.