Dewan: Jika Terbukti Harus Ditindak Tegas

Kadisdik Pastikan Tidak Ada Pungli

19
0
Loading...

TAROGONG KIDUL – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut Totong memastikan tidak ada pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum Koordinator Wilayah (Korwil) Disdik tingkat kecamatan kepada guru CPNS di Kecamatan Cikelet.

“Hasil penelusuran kami tidak menemukan adanya informasi iuran ilegal itu,” kata Totong kepada wartawan usai membuka perpisahan siswa SMPN 2 Tarogong Kidul di Graha Intan Balarea Selasa (18/6).

Menurut dia, permasalahan pungutan liar sudah menjadi perhatiannya selama ini. Pihaknya juga telah mengeluarkan surat edaran agar tak ada iuran ilegal yang terjadi di lingkungan pendidikan.

Hal itu sebagai upaya mewujudkan pendidikan yang berkarakter. “Kami sudah melarang dengan tegas agar semua pegawai di Disdik tak melakukan pungutan. Apalagi sampai meminta ke CPNS. Mereka kan (pegawai Disdik) sudah digaji negara,” katanya.

Dia menegaskan pungutan liar dengan bentuk apapun tidak dibolehkan dan dilakukan PNS. Meski dalam bentuk syukuran, seharusnya tidak dilakukan dengan cara terkoordinir. “Kalau mau syukuran ya silakan, tetapi para pegawai jangan mengkoordinir untuk biayanya. Syukuran yang dikondisikan itu yang dilarang,” terangnya. Menurut dia, jika memang menemukan pungutan liar, dirinya mempersilakan untuk melapor langsung ke Disdik.

Ditanya apakah akan memanggil CPNS yang merasa dirugikan, Totong mengaku tidak perlu dilakukan. Pihaknya akan melakukan pembinaan ke semua pegawai agar melaksanakan pekerjaan sesuai tugas. “Jika terbukti nanti yang meminta pungutan bisa kena sanksi administrasi. Menurut kami bentuknya itu bukan pungli. Hanya bentuk syukuran saja. Apapun praktiknya kalau merugikan akan ditindak,” ucapnya.

Terpisah, Sekretaris Komisi I DPRD Garut Dadang Sudrajat menyayangkan adanya dugaan pungutan liar terhadap sejumlah guru CPNS di Kecamatan Cikelet. Menurut dia, aksi oknum tersebut sudah melanggar peraturan dan kode etik PNS. “Kalau memang terbukti benar melakukan pungutan, BKD harus menindak tegas oknum yang memungli sejumlah guru tersebut,” ujarnya.

Loading...

Sebelumnya, Serikat Guru Indonesia (Segi) Kabupaten Garut mendapat laporan adanya dugaan pungutan liar (pungli) terhadap guru calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dugaan pungli itu diduga dilakukan oknum Koordinator Wilayah (Koorwil) Dinas Pendidikan di tingkat kecamatan. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.