Kadisik Kota Tasik: Study Tour tak Wajib Diikuti Siswa

960
0

TASIK – Sejumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri ataupun swasta di Kota Tasikmalaya, sampai saat ini memiliki program study tour.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya H Budiaman Sanusi mengimbau pihak sekolah agar kegiatan study tour melalui tahap perencanaan matang dan tidak mewajibkan study tour kepada siswa, khususnya bagi siswa yang kurang mampu.

“Dinas dari dulu sudah mengimbau bahwa kegiatan study tour ini bukan suatu keharusan. Kalau toh sepakat dilaksanakan harus mempertimbangkan beberapa hal. Diantarnya kemanfaatannya dan kemampuan siswa/orang tua siswa,” ujar Kadisdik Sabtu (8/2).

Kalau pun ada kegiatan di SD/SMP untuk study tour, kata H Budiaman, mesti melihat keefektifitasannya. Karena study tour bukan tujuannya untuk rekreasi dan bersenang-senang.

“Maka ketika ada study tour ini harus benar-benar bermanfaat untuk menambah wawasan siswa,” ujar dia.

Baca Juga : Dosen UBSI Tingkatkan Skill Bahasa Inggris

H Budiaman menegaskan, kaitan dengan study tour yang dilaksanakan SD/SMP, pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tasikmalaya tidak mengeluarkan surat izin. Namun, pihak sekolah hanya menyampaikan surat pemberitahuan kepada Disdik Kota Tasikmalaya. Yang terpenting, kata dia, study tour harus mendapatkan persetujuan dari orang tua siswa, dalam hal ini melalui komite sekolah masing-masing. Bahkan mengenai biaya dan yang lainnya atas dasar hasil dari musyawarah dengan orang tua melalui komite sekolah.

“Bukan kebijakan Dinas (program study tour, Red). Biasanya program sekolah atas seizin dengan komite sekolah/orang tua siswa untuk mengadakan study tour,” bebernya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 6 Kota Tasikmalaya Saefulloh menjelaskan study tour di sekolahnya memiliki banyak manfaat. Mulai segi pembelajaran dapat memahami ilmu sejarah, PPKn, dan lainnya. Maka dari itu, sejak kelas VII terdapat program outing class dan kelas VIII ada program study tour.

“Untuk kelas VII ada kegiatan outing class ke Bandung dengan tujuan Konferensi Asia–Afrika berlangsung di Gedung Merdeka dan kalau kelas VIII kegiatan ke Yogyakarta dengan mengunjungi Candri Borobudur,” kata dia.

Program outing class dan study tour, kata dia, sudah disosialisasikan kepada orang tua siswa. Sebelumnya, mereka melaksanakan musyawarah dengan komite sekolah.

“Ketika meng­adakan program ini pihak sekolah memberikan pemberitahuan ke Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

Untuk persiapan outing class dan study tour, kata dia, pihak sekolah sudah menyediakan tabungan di bjb, sehingga siswa yang ingin mengikutinya dapat menabung, pihak sekolah tidak memaksakannya.

Baca Juga : Wow.. MAN 2 Kabupaten Tasik Borong Piala AFF

“Tidak diwajibkan untuk program outing class dan study tour, karena mengetahui tingkat ekonomi yang tidak sama. Untuk meringankan siswa, kita menyediakan tabungan bjb. Tapi yang menabung juga tidak diwajibkan hanya yang ikut saja,” ujarnya.

Bagi siswa yang tidak mengikuti program outing class dan study tour, tidak membuat tugas seperti pembuatan makalah, kliping, ataupun tugas lainnya. Namun mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasanya.

“Yang tidak berangkat study tour, siswa berangkat sekolah seperti biasa masuk pukul 07.00 pulang sampai pukul 14.20. Jadi, tidak istilah libur karena yang ikut di Yogyakarta juga sedang mengikuti pembelajaran juga,” katanya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.