Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Bumi Perkemahan

Kadispora Garut Akan Disidang

81
0
ilustrasi

TAROGONG KIDUL – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut Kuswedi sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan anggaran pembangunan bumi perkemahan (buper) di Kaki Gunung Guntur. Kini berkas perkaranya dilimpahkan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat ke Kejaksaan Negeri Garut untuk diproses lebih lanjut.

“Benar (tersangka) berkasnya sudah kami terima sebulan yang lalu dari Polda,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Garut Azwar saat dihubungi Rakyat Garut, Rabu (27/2). Proses selanjutnya yakni persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Garut. “Berkasnya sudah kami serahkan ke pengadilan. Tinggal nunggu jadwal sidangnya saja,” tambahnya.

Dia menerangkan berdasarkan informasi yang diterimanya, persidangan Kepala Dispora Garut dalam kasus penyelewengan anggaran akan dilaksanakan hari ini. “Rencana sidang pertamanya besok (hari ini) diadakan dengan agenda pembacaan dakwaan,” paparnya.

Azwar mengatakan meski sudah ditetapkan tersangka dan akan segera disidang, tetapi pihaknya belum melakukan penahan terhadap tersangka. “Tidak ditahan karena saat ini belum memenuhi unsur. Nanti lihat hasil persidangan, apakah harus ditahan apa tidak,” terangnya.

Sebelumnya, informasi Kadispora Garut Kuswendi diperiksa Polda Jawa Barat mencuat sejak pertengahan September 2018. Bahkan, saat itu Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna membenarkan adanya pemeriksaan tersebut.

Namun saat itu kapolres tidak bisa menerangkan secara detail. Pasalnya proses pemeriksaan dilakukan Polda Jawa Barat. “Memang ada pemeriksaan, tetapi bukan oleh kami. Polda yang tangani masalah ini,” terangnya beberapa waktu lalu kepada wartawan.

Bupati Garut H Rudy Gunawan juga membenarkan adanya pemeriksaan kepada anak buahnya oleh Polda Jawa Barat. Pemeriksaan kepada Kadispora merupakan permasalahan izin lingkungan dalam pembangunan bumi perkemahan di kawasan Cipanas. “Kadispora lapor ke saya itu diperiksa sebagai saksi dalam pembangunan buper (bumi perkemahan),” terangnya Selasa 18 September 2018.

Sementara itu, ketika Rakyat Garut mencoba menghubungi Kadispora Kuswendi tidak merespon. Bahkan nomornya langsung tidak aktif. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.