Kajari Kota Banjar Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Rutilahu

87
0
LAPORAN. Aktivis Forum Keluarga Mahasiswa Kota Banjar Awwal Mujakki mendorong Kejaksaan Negeri Banjar menuntaskan laporan-laporan dari masyarakat. istimewa

BANJAR – Koordinator Forum Kelurga Mahasiswa Kota Banjar Awwal Muzakki mendesak Kejaksaan Negeri Kota Banjar segera menuntaskan kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) rumah tidak layak huni (rutilahu) tahun anggaran 2016 di Desa Sukamukti Kecamatan Pataruman.

Pasalnya, kata dia, Inspektorat Kota Banjar telah menyampaikan hasil audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) ke Kejaksaan Banjar.

“Kejaksaan Banjar jangan terlambat menyelesaikan kasus ini. Karena akan berdampak terhadap citra kejaksaan sendiri. Sebab sampai hari ini publik pun bertanya-tanya. Kenapa penanganan kasus ini agak cukup lamban. Tunjukkan kepada publik bahwa kejaksaan sebagai penegak hukum berkomitmen menegakkan hukum dengan seadil-adilnya dan diselenggarakan secara terbuka dan transparan,” ungkap Awwal Kamis (12/11).

Baca juga : 20.280 UKM di Kota Banjar Diusulkan Dapat Bantuan PEN Tahap II Rp2,4 Juta

Selain menerima hasil audit Inspektorat, kata dia, kejaksaan juga telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut. Akan tetapi sampai sejauh ini belum memutuskan siapa yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

“Kami mendesak kepada Kejaksaan Negeri Kota Banjar agar segera menetapkan siapa saja yang menjadi tersangka dan secepatnya serahkan ke pihak pengadilan agar kasus ini segera diadili,” katanya.

Kepala Kejaksaan Negeri Banjar Ade Hermawan SH, MH mengatakan proses pengungkapan dugaan kasus tipikor rutilahu Desa Sukamukti tahun 2016 masih dalam proses penyidikan dan pengumpulan alat bukti.

“Prosesnya masih pengumpulan alat bukti. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada penetapan tersangka,” kata Ade melalui pesan tertulis. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.