Kajari Tegaskan Sensen Sudah Dieksekusi

21
PENJELASAN. Kajari Garut Azwar SH (kanan) didampingi kasi pidum dan kasi pidsus menerangkan terkait kasus Sensen Komara Selasa (4/12). (Yana Taryana / radartasikmalaya.com)

TAROGONG KIDUL – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Garut menegaskan Sensen Komara, yang menyebut sebagai rasul, sudah dieksekusi sesuai dengan keputusan Pengadilan Negeri Garut.

“Kami sudah eksekusi Sensen ini, enam bulan setelah vonis majelis hakim,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Garut Azwae SH kepada wartawan di kantornya Selasa (4/12).

Menurut dia, eksekusi yang dilakukan terhadap pimpinan ajaran sesat ini yakni merehabilitasi di rumah sakit jiwa. Hal itu sesuai dengan vonis yang dijatuhkan kepada Sensen ini.

“Memang dia terbukti bersalah melakukan perbuatan makar dan penistaan agama. Tetapi karena dia dianggap gila, jadi vonisnya direhabilitasi bukan dipenjara,” terangnya.

Azwar mengatakan hakim memvonis pimpinan ajaran sesat ini gila, berdasarkan keterangan dari dua ahli jiwa yang dihadirkan dalam persidangan. Dari keterangn ahli itu menyebut Sensen mengidap gangguan jiwa stadium tiga dan sulit disembuhkan.

“Dari keterangan itu, akhirnya Sensen ini harus direhabilitasi selama satu tahun di RSHS (Rumah Sakit Hasan Sadikin). Rehabilitasi ini sudah tuntas dilakukan sehingga bisa kembali lagi ke rumahnya,” terangnya.

Azwar mengaku MUI pernah menanyakan terkait pidana umum kepada Sensen. Menurutnya, Sensen memang tak bisa dipenjara.

“Putusan hakim sudah jelas kalau Sensen harus direhabilitasi. Itu semua sudah dilakukan dan tuntas,” katanya.

Terkait maraknya ajaran Sensen, kata dia, harus segera ada penanganan. Jika Sensen aktif menyebarkan ajarannya lagi, maka harus kembali diproses.

“Penegak hukum wajib menindaklanjuti laporan yang ada, proses secara hukum,” ujarnya.

Sebagai Ketua Badan Koodinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem), Azwar akan segera menjalankan fungsinya dengan pihak terkait, terutama Pemkab Garut.

Pihaknya akan melakukan pembinaan ke kantong-kantong pengikut Sensen.

“Kalau masih idap sakit jiwa akan rekomendasikan Sensen ditempatkan di rumah sakit jiwa. Tanpa proses persidangan,” pungkasnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.