Kaji Standarisasi Keamanan Wisata

47
0
Budi Gan Gan Kepala Disparbud Kabupaten Garut

TAROGONG KIDUL – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut akan mengkaji standarisasi keamanan salah satu wisata di Kabupaten Garut. Hal itu dilakukan untuk mencegah kembali adanya korban jiwa di lokasi wisata tersebut.

“Kita akan kaji itu (standarisasi keamanan wisata, Red). Kami ingin memberikan rasa aman dan juga keselamatan kepada wisatawan,” ujar Kepala Disparbud Kabupaten Garut Budi Gan Gan kepada wartawan Senin (16/12). Tindakan yang akan dilakukannya itu setelah pihaknya menerima informasi adanya anak yang meninggal tenggelam di kolam renang Jumat (13/12) pagi.

Kajian yang dilakukan Disbudpar Garut, kata dia, untuk mengetahui bagaimana standarisasi keamanan wisatawan saat beraktivitas di kolam renang kawasan wisata. Pemilik wisata kolam renang, kata dia, sudah seharusnya melakukan perbaikan dan meningkatkan pengamanan di tempat wisata. “Ya itu harus tingkatkan perbaikan-perbaikan dan kita berikan peringatan harus memenuhi standar,” kata dia.

Ia menambahkan standar keamanan tempat wisata minimal memiliki tiga petugas penyelamat yang mampu mengawasi seluruh aktivitas wisatawan saat berenang. Disbudpar Garut, kata dia, saat ini sedang mengirimkan 40 orang untuk mengikuti pelatihan penyelamatan wisata tirta di Bandung.

“Saya harap setiap kolam harus ada Balawistanya minimal tiga orang mengawasi pergerakan wisatawan,” ujarnya.

Sebelumnya, Siti Syafa (10), meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang salah satu wisata di Kabupaten Garut sekitar pukul 04.30 Jumat (13/12). Warga Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung itu sempat mendapat perawatan beberapa jam di RSUD dr Slamet Garut sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.