Kakak Beradik Jadi Komplotan Curanmor

97
0
Humas Polsek Tarogong Kidul untuk Rakyat Garut DIAMANKAN. Anggota Unit Reskrim Polsek Tarogong Kidul menunjukkan kunci astag yang digunakan pelaku curanmor kemarin.

TAROGONG KIDUL – Unit Reskrim Polsek Tarogong Kidul menangkap tiga pelaku spesialis pencuri kendaraan bermotor roda dua. Pelaku berinisial UA (29), SE (21) dan IA (24) yang merupakan kakak beradik ini diringkus di tempat berbeda Minggu malam (14/7).

Kapolsek Tarogong Kidul Kompol Hermansya mengatakan penangkapan komplotan curanmor berawal dari laporan masyarakat yang kehilangan sepeda motor beberapa bulan lalu. Dari laporan tersebut, pihaknya melakukan penyelidikan. “Kami selidiki dari mulai bulan Mei lalu. Pelakunya baru tertangkap bulan ini (Juli),” katanya kepada wartawan di kantornya Senin (15/7).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi pelaku sudah dilakukan sejak lama. Sudah ada puluhan sepeda motor yang dicuri kawanan curanmor kakak beradik itu. “Yang masuk ke kita juga sudah ada puluhan. Korbannya itu ada dari Cilawu, Bayongbong dan Tarogong Kidul,” katanya.

Dalam melancarkan aksinya, kata dia, ketiga pelaku berbeda-beda tugas. Ada sebagai pemetik (eksekutor). Ada juga sebagai joki untuk membawa sepeda motor hasil curiannya. “Yang jadi pemetik itu kakaknya berinisial UA yang merupakan residivis. Kalau kedua adiknya hanya sebagai joki saja,” ujarnya.

Hermansyah menerangkan motor hasil curian komplotan tersebut biasanya dijual ke wilayah Jawa Barat Selatan, dari mulai Cianjur, Garut, Tasikmalaya dan Pangandaran. “Di sana ada penadahnya. Setiap motor, pemetik dapat Rp 1 juta dan joki dapat Rp 500 ribu,” katanya.

Dari penangkapan ketiga pelaku, polisi mengamankan dua unit sepeda motor diduga hasil curian serta konci astag yang digunakan membobol kunci motor. “Kami juga mengejar penadah motor hasil curian para pelaku ini. Identitasnya sudah ada, sekarang masih terus dikejar,” ujarnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.