Kakek & Nenek Warga Sundawenang Tasik Terkubur Longsor, Rumahnya Hancur

66
0
radartasikmalaya
Kondisi rumah pasutri yang ambruk di Salawu, Senin (14/12) pagi. istimewa for radartasikmalaya.com
Loading...

KABUPATEN TASIK – Sebuah rumah di Kampung Jolok Desa Sundawenang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya tertimbun longsoran tebing, setelah diguyur hujan deras, Minggu (13/12) malam.

Akibatnya, pasangan suami istri (Pasutri) pemilik rumah, Sudinta (75) dan Engkom (65) ikut terkubur reruntuhan.

Bahkan rumahnya yang rusak hampir rata dengan tanah akibat terjangan longsoran tanah.

“Saat kejadian, saya dengan istri sedang berada di rumah dan sedang makan malam bersama,” ujar Sudinta kepada wartawan sembari menunjukkan beberapa luka sobek dan patah di kaki dan tangannya, Senin (14/12) pagi.

“Tiba-tiba terdengar suara bergemuruh dan langsung gelap. Baru sesaat sadar bahwa saya dan istri saya terimbun rumah ambruk karena terkubur longsoran tanah,” sambungnya.

Loading...

Sudinta mengaku berupaya sendiri keluar dari reruntuhan rumah dan tanah yang mengubur sebagian badannya melalui reruntuhan atap rumah.

Tak lama kemudian, dirinya ingat bahwa istrinya masih tertimbun tanah di dalam reruntuhan rumah dan berupaya mengevakuasi.

“Saat itu saya melihat istri saya sudah pingsan dan sama sebagian tubuhnya tertimbun reruntuhan dan longsoran tanah. Setelah saya dibantu mengevakuasi istri bersama tetangga, langsung kami dibawa ke rumah sakit,” terangnya.

Seusai dirinya dan istri mendapatkan perawatan dan dinyatakan bisa dirawat di rumah langsung memilih untuk pulang.

Dirinya bersama istri mengalami luka-luka di bagian kepala, kaki dan tangan serta luka patah tulang.

Sampai sekarang pasangan suami istri kakek-nenek tersebut terpaksa mengungsi di rumah anaknya karena rumahnya rusak berat dan tak bisa ditempati lagi.

“Saya sekarang mengungsi saja di rumah anak, masih dekat rumah. Karena rumah saya sudah rata dengan tanah dan tak bisa dihuni lagi,” bebernya.

Sementara itu, salah seorang saksi mata Endang (56), mengaku kali pertama mendengar suara gemuruh longsoran tanah di lokasi kejadian.

Seusai salat Magrib, Endang bersama warga lainnya langsung menghampiri rumah korban yang sudah tertimbun longsoran tanah.

Dirinya mendengar suara teriakan di dalam tumpukan reruntuhan tanah dan rumah korban, dan langsung tersadar bahwa ada pasangan kakek-nenek terkubur di reruntuhan itu.

Secara spontan, Endang bersama warga membongkar atap rumah dan berhasil mengeluarkan kedua korban.

“Iya, kalau istrinya pingsan, kalau suaminya luka-luka dan shok. Kami langsung membawa kedua korban ke rumah sakit,” tutur Endang.

Dia mengakui, longsor di wilayahnya sering terjadi jika terjadi hujan deras.
Dalam kejadian ini, total 2 rumah yang terimbas kejadian longsoran tanah dan satu rumah yang menyebabkan 2 korban mengalami luka-luka berat.

“Kalau yang terimbas ada satu rumah tetangga korban. Tapi, penghuni rumah itu berhasil menyelamatkan diri. Rumah korban saja yang menyebabkan 2 warga korban luka yang suami istri itu,” tambahnya.

Sampai sekarang, warga dibantu petugas BPBD, Polisi dan TNI sedang membereskan reruntuhan rumah korban secara bergotong royong.

BPBD Kabupaten Tasikmalaya pun sedang mengirimkan bantaun tanggap darurat bencana kepada korban.

“Iya, betul sempat tertimbun tapi sudah dievakuasi. Kami pun sedang membereskan reruntuhan rumah korban dibantu polisi, TNI dan warga sekitar. Bantuan saat ini sedang dikirim ke korban,” jelas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Irwan.

Irwan memgimbau kepada semua warga di wilayah itu untuk selalu waspada karena lokasinya rawan longsor saat cuaca buruk.

Saat hujan deras, warga setempat diminta berjaga khawatir terjadi longsor susulan yang membahayakan warga.

“Kami imbau saat cuaca buruk sekarang warga selalu waspada dan berjaga di sekitar lokasi rawan longsor,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.