Kakek Perkosa Cucu, Penganggur Cabuli Siswi

4
UNGKAP KASUS. Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso SIK membeberkan dua kasus pencabulan kakek kepada cucunya dan penganggur kepada siswi, Selasa (21/8). (Iman S Rahman/radartasikmalaya.com)

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIAMIS – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Ciamis tengah menangani dua kasus dugaan pencabulan seorang kakek Jaringao (64) kepada cucunya Merpati (12) dan seorang penganggur Kunyuk (38) kepada siswi SD, Angsa (9) —semuanya nama samaran.

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso SIK menerangkan pencabulan Jaringao kepada Merpati terjadi di Pangandaran pada Jumat, 25 Mei lalu.

Kakek bejat ini mencabuli cucunya sebanyak empat kali di rumahnya pada malam hari. Saat peristiwa itu, istri pelaku sedang menengok saudaranya di Karawang selama sebulan.

“Cucunya ini merupakan cucu tiri dari istrinya,” papar Bismo saat konferensi pers di Mapolres Ciamis, Selasa (21/8) siang.

Perbuatan amoral pelaku itu diketahui setelah istrinya pulang dari Karawang. Istrinya langsung melaporkan pelaku ke kepolisian.

Jaringao mengaku nekat menyetubuhi cucu tirinya itu karena tak bisa menyalurkan nafsu berahinya ke istrinya yang pergi ke Karawang satu bulan.

Apalagi saat itu hanya ada Merpati yang sudah biasa tinggal di rumahnya karena kedua orang tuanya bekerja di luar negeri. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” papar dia.

Sementara, kasus pencabulan Kunyuk kepada Angsa terjadi di Kabupaten Ciamis pada 25 Juli. Kekurangajaran pelaku itu diketahui oleh orang tua korban yang mencurigai anaknya karena memiliki uang Rp 12 ribu.

Padahal, korban tak pernah diberi uang sebesar itu untuk jajan. Setelah ditanya dari mana uang itu didapat, korban mengaku diberi oleh Kunyuk yang tidak lain adalah tetangganya.

Setelahnya, saat mandi, Angsa mengeluh sakit pada bagian kemaluannya. Lalu, ibunya menanyai siapa pelaku yang menyakitinya. Angsa pun mengaku bahwa Kunyuk pelakunya.

Kunyuk mengakui semua perbuatan asusila kepada Angsa yang dilakukan satu kali di rumah pelaku. Sebelum mencabulinya, pelaku mengiming-imingi korban dengan uang Rp 12 ribu.

Kunyuk akan dijerat pasal 81 ayat 2 atau pasal 76 jo pasal 82 ayat 1 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya lima hing­ga 15 tahun penjara.

“Kami imbau kepada orang tua agar selalu lebih ekstra meng­awasi anak-anaknya. Ter­utama kesehariannya agar ti­dak menjadi korban pelecehan atau kekerasan,” tutur kapolres. (isr)

loading...