Kakek Warga Cikoneng Ciamis Tewas Ngambang di Kolam, Sempat Dikira Boneka

1335
0
Tim identifikasi Polres Ciamis bersama tim medis Puskesmas Cikoneng, melakukan  penanganan mayat warga Dusun Panyingkiran RT 01/ 04 Desa Panaragan Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis, Senin (11/05). foto istimewa for radartasikmalaya.com

CIAMIS – Warga Dusun Panyingkiran RT 01/ 04 Desa Panaragan Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis, geger.

Betapa tidak, salah seorang warganya, Omi (77), ditemukan tak bernyawa ngambang di kolam miliknya, yang tak jauh dari rumahnya, Senin (11/5).

Kasubag Humas Polres Ciamis, Iptu Lena Magdalena menuturkan, berdasarkan keterangan saksi yang peratama memukan, Endun (52) warga setempat, pagi itu  dirinya sedang berada di pinggir jalan Dusun Panyingkiran RT 10/04 Desa Panaragan Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis.

“Endun dapat informasi dari seorang anak yang sedang bermain. Si anak tersebut melihat ada yang mengambang seperti boneka di kolam ikan milik korban,” jelas Lena saat dihubungi Radar.

Baca juga : Warga Sindangrasa Ciamis Ramai-ramai Tangkap Ular Pemangsa Ternak

Mendapat informasi, lanjut Lena, Endun bergegas memastikan informasi yang diterimanya. “Ternyata benar, yang mengambang di kolam tersebut bukanlah boneka melainkan sesosok mayat laki-laki,” ujar Lena.

Lalu, kata Lena, saksi melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah Desa Panaragan, yang selanjutnya dilakukan pengecekan kembali ke kolam ikan bersama Pegawai Kantor Kantor Desa.

Akhirnya diketahui bahwa mayat yang mengambang di kolam ikan tersebut adalah Omi. Setelah itu dilanjutkan laporanya ke Polsek Cikoneng dan Polres Ciamis.

“Kami yang mendapatkan laporan langsung ke lokasi, serta melakukan evakuasi denagn memakai standar protokol Corona. Ya, pakai seragam lengkap, Alat Perlindung Diri (APD),”  terangnya.

Usai dilakukan pemeriksaan bersama tim medis, di tubuh korban tidak ditemukan bekas panganiayaan. Namun keterangan dari pihak keluarga, bahwa korban punya latar belakang penyakit hipertensi.

“Jadi, korban meninggal murni karena penyakit yang lama dideritanya. Diduga saat kambuh, korban terpeleset dan jatuh,” ujarnya.

Beres pemeriksaan, tambah lena, jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga. “Keluarga menerima peristiwa sebagai musibah. Dan meski temu mayat walau bukan karena Covid-19, kita tetap mengedepankan standar protokol Corona, antisipasi ini kami lakukan setiap kali temu mayat,” paparnya.

(iman s rahman)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.