Kamis Siang, Massa Brigade Thaliban Masih Kepung BPR KS Tasik, OJK Bilang Begini..

3314
0

KOTA TASIK – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya, angkat bicara soal pengepungan Kantor Bank Perkreditan Rakyat Karyajatnika Sadaya (BPR KS) oleh ratusan massa Brigade Thaliban dari Rabu (24/06) sore.

Kepala OJK Tasikmalaya, Edi Ganda Permana mengatakan, pihaknya tak memiliki kewenangan terkait masalah tersebut. Karena yang melakukan penarikan unit adalah BPR KS Pusat di Bandung.

“Jadi kami tak memiliki kewenangan. Karena yang melakukan penarikan dari pusat. Kami memiliki kewenangan terhadap BPR yang berkantor di Tasikmalaya,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Kamis (25/06) siang.

Namun demikian, terang dia, penarikan unit yang dilakukan Debt Collector (DC) memang harus sesuai Standar Operasional Perusahaan (SOP). Dan dilakukan oleh DC yang sudah bersertifikat pengurusnya.

“Kami bukan tidak bergerak dalam masalah itu. Tapi kami sudah koordinasi dengan pihak Polresta Tasik juga. Kita sudah bergerak sejak kemarin sore untuk melakukan negosiasi dan memonitornya terus,” terangnya.

“Karena Kantor BPR KS ini memang ada di wilayah kami. Namun pusatnya di Bandung. Jadi kewenangannya ada di Kantor OJK Bandung. Namun syukur Alhamdulillah semalam sudah ada komitmen dan bisa diselesaikan,” sambungnya.

Menurut dia, DC yang melakukan penarikan unit tersebut di Bandung tersebut disewa pihak BPR KS pusat. Namun penarikannya harus sesuai ketentuan OJK yang telah dirilis sejak 13 Maret lalu.

“Jadi sejak terjadi Covid-19 itu tidak boleh ada penarikan selama setahun. Itu sudah diimbau dari OJK pusat. Tapi kalau nasabahnya sudah bermasalah sebelum Covid, itu disesuaikan kepada masing-masing industri,” bebernya.

Namun, tambah dia, dalam hal masalah di BPR KS Tasik dengan penarikan di Bandung itu, masalahnya sudah terjadi sebelum Covid. Karena BPR KS ini apalagi BPR terbesar se-Jabar tentunya bergerak sesuai SOP serta mentaati petunjuk dari OJK.

“Mungkin BPR KS sendiri sudah mengeluarkan surat teguran ke satu, dua hingga ke tiga. Namun demikian, semoga kedepan tak terulang masalah ini. Jika ada masalah seperti ini bisa dikomunikasikan langsung dengan pihak bank atau kami. Terutama dengan yang berkantor di Tasik,” jelasnya.

Sementara itu pantauan di lokasi hingga pukul 13.00 WIB, Kamis (25/06) siang, massa masih mengepung area parkiran Kantor BPR KS yang berada di Jalan HZ Mustofa Cihideung tersebut.

Informasi dari warga sekitar, aktivitas di Kantor BPR KS pun terhenti.

Diberitakan sebelumnya, ratusan masa Thaliban dan beberapa ormas Islam menduduki kantor BPR KS Cabang Tasikmalaya, Rabu (24/06) siang.

Hal ini merupakan buntut dari penarikan unit yang dilakukan Debt Collector (DC) terhadap mobil operasional pesantren.

Rabu malam, sebagian massa masih standby di halaman kantor lembaga keuangan yang berlokasi di jalan HZ Mustofa itu. Mereka menuntut mobil yang diambil, bisa segera dikembalikan.

Ketua Laskar Brigade Thaliban, Ustaz Ucu alias Abu Nazem menjelaskan, hari Senin (22/06) lalu, Ustaz M Irsyad Abdul Malik Aziz dan Ustaz Umar Romeo dari Ponpes Al-Irsyadiyah Paseh hendak mengikuti acara Pesantren di Bandung.

Namun beberapa saat setelah keluar jalan tol, mobil mereka hadang. “Mereka dipepet, ada sekitar 6 atau 7 orang (Debt Collector),” ungkapnya kepada radartasikmalaya.com, Rabu (24/06) malam.

Ustaz Irsyad dan Ustaz Romeo dipaksa untuk ikut ke kantor BPR KS Bandung. Mereka pun dipaksa untuk menandatangani dokumen dari pihak Bank. “Mereka dipaksa,” tegasnya.

(rezza rizaldi)

Baca juga : BPR KS Kota Tasik Dikepung Brigade Thaliban, Gegara Ini..
Baca juga : Bahaya..! 11 Anak-Anak di Kota Tasik Mati Akibat DBD
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.