Kampanye Calon Bupati Tasik Masih Abai Protokol Kesehatan

214
1
RAPAT KOORDINASI. Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu rapat koordinasi tahapan dan evaluasi masa kampanye pasangan calon, Senin (28/9). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya menggelar rapat koordinasi pembahasan tahapan kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati di tengah pandemi Covid-19, Senin (28/9).

Komisioner KPU Kabupaten Tasikmalaya Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan SDM Istianah mengatakan, yang diperbolehkan dan tidak dalam tahapan kampanye calon di tengah pandemi Covid-19 ini mengacu kepada PKPU Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye.

Baca juga : Warga Sukarindik Kota Tasik Ini Jualan Sabu dengan Sistem Tempel, Ditangkap Polisi

“PKPU Nomor 4 Tahun 2017 ini dilakukan perubahan menjadi PKPU Nomor 11 tahun 2020. Perubahannya mengatur iklan kampanye di media cetak dan elektronik hanya difasilitasi oleh KPU selama 14 hari sebelum masa tenang,” ungkap Isti.

Dalam PKPU Nomor 11 ini juga, terang dia, diperbolehkan calon beriklan kampanye di media sosial dan daring selama 71 hari.

Jadi diutamakan menggunakan media daring. Kemudian ada PKPU Nomor 13 Tahun 2020 kaitan metode kampanye yang boleh dilaksanakan calon dengan pertemuan terbatas dan tatap muka saja. Dibatasi harus di dalam gedung tertutup dengan peserta 50 orang saja beserta calon, tim dan masyarakat.

Selanjutnya, kata dia, kaitan dengan kegiatan kampanye calon tidak diperbolehkan rapat umum, konser musik atau bersifat pengumpulan massa itu dilarang.

“Jadi tidak ada kampanye yang sifatnya kerumunan massa. Kita juga sudah sosialisasikan PKPU ini kepada pasangan calon. Jadi perbedaan cukup banyak,” papar dia.

Dia menambahkan LO atau tim kampanye pasangan calon dan pihak lain atau relawan harus didaftarkan ke KPU. “Satu hari sebelum masuk masa kampanye, tim kampanye empat pasang calon sudah didaftarkan,” tambah dia.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Juanda SP menambahkan, hasil rapat koordinasi bersama KPU soal teknis pelaksanaan dan evaluasi kampanye calon, selama dua hari pelaksanaan sejak Sabtu (26/9) sudah ada hasilnya.

“Kami Bawaslu belum menerima informasi pemberitahuan tentang kampanye calon baik yang dilakukan calon, tim kampanye dan relawan. Akan tetapi evaluasi selama dua hari ini sudah ada,” kata dia.

Hasil masukan dan laporan Panwascam, terang Dodi, masih ada kegiatan kampanye calon dengan melibatkan banyak orang atau kerumunan baik itu di tempat ibadah ataupun pesantren.

“Masih ada calon yang datang ke tempat ibadah atau pesantren, kami melihat kerumunan ini dianggap melanggar protokol kesehatan, karena pilkada ini dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19,” papar dia.

Bawaslu terus mengingatkan kepada calon dan masyarakat agar tertib dan menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan kampanye calon.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, pimpinan pondok pesantren dan ketua DKM untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan. Karena kami tidak ingin, pilkada ini atau tempat ibadah menjadi kluster Covid-19,” kata dia.

Dodi menambahkan, Bawaslu juga sudah menyediakan posko pengaduan Pilkada 2020. Pengaduannya bagi masyarakat yang bisa dibilang belum masuk daftar pemilih sementara atau belum di-coklit, di samping pengaduan terkait tahapan kampanye calon.

“Dengan pokso pengaduan ini, Bawaslu bisa memproses sesuai dengan aturan perundang-undangan. Termasuk kita juga melakukan pengawasan kampanye calon di media sosial atau daring,” tambah dia.

Baca juga : Pemkot Tasik Berlakukan Jam Malam, Lewat Jam 21.00 Kegiatan Dibubarkan

Karena, ungkap dia, kampanye calon di media sosial ini selain bisa dilakukan oleh tim kampanye atau calon, juga masyarakat. Termasuk akun calon yang sudah dilaporkan ke KPU.

“Maka menjadi bahan pengawasan kami, jangan sampai iklan atau kampanye calon melanggar aturan yang ada baik itu mengarah kepada sara atau pelanggaran lainnya,” ungkap dia. (dik)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.