Kampanye di Medsos Rawan Konflik

179
0
Loading...

CIAMIS – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ciamis Divisi Hukum Didi Heryadi SH mengungkapkan kampanye di media sosial rawan konflik. Baik untuk Pilkada maupun Pilgub Jabar.

Sebab, dari pantauannya di Facebook, komentar yang ditulis kebanyakan sangat tidak santun. Bahkan, menebar kebencian. Tim pasangan calon saling sindir, saling ejek dan saling beberkan aib. Hal itu dikhawatirkan memicu konflik.

“Saya kira, lama-lama ini bisa menimbulkan konflik. Serta, bisa menjadi bom waktu hingga menyangkut kepada persoalan hukum,” ungkap Didi saat ditemui di kantornya Minggu siang (20/5).

Dia mengimbau semua tim pasangan calon, baik Pilkada Ciamis maupun Pilgub berkampanye secara santun. Jangan menulis komentar yang dapat memicu konflik. “Saya kira semua harus bisa menahan diri, mengingat saat ini pada bulan Ramadan. Justru gunakan (Ramadan) dengan yang baik-baik,” imbaunya.

Dia meminta masyarakat Kabupaten Ciamis tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang tidak jelas menyangkut Pilkada. Apalagi yang berasal dari media sosial. Masyarakat diharapkan dapat melakukan kroscek atau konfirmasi atas setiap informasi yang didapat kepada penyelenggara Pemilu. Baik kepada KPU, maupun Panwaslu. “Untuk itu, mari jaga kondusivitas di Kabupaten Ciamis selama Pemilu serentak tahun 2018,” pungkasnya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.