Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.2%

20.2%

8.1%

67.5%

Kampung Animasi 3 Dimensi di Cisayong Tasikmalaya

146
0
BERWARNA. Kampung Animasi 3D di Kampung/Desa Cisayong menjadi daya tarik dan menghiasi dinding gang dengan penuh warna, Kamis (27/8) RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

CISAYONG – Gang Mbah Dira di Kampung Cisayong terlihat cantik dengan berbagai gambar animasi tiga dimensi (3D) yang merupakan karya dari pemuda di wilayah tersebut. Dampaknya gang lingkungan ini menjadi lebih bersih dan berwarna cantik berkat animas-animasi tersebut.

“Kampung animasi 3D ini merupakan kampung yang bertema gambar atau yang berbentuk tiga dimensi yang dilihat dari sisi koordinat X dan Y. Secara globalnya gambar yang bisa dilihat seperti bergerak atau seperti nyata,” ujar Inisiator Kampung Animasi 3D Risman Muhammad Azizur Rahman kepada Radar, Kamis (27/8).

Baca juga : Persiapan KBM Tatap Muka, 90 Guru SMAN 5 Kota Tasik Ikut Swab Test Massal

Risman mengatakan, kampung animasi ini sudah berjalan sekitar lima bulan yang lalu hingga sekarang. Di mana di saat itu wabah pandemi Covid-19 sudah masuk Indonesia bahkan Tasikmalaya. Namun, para pemuda tetap berkarya membuat animasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Lanjut dia, awal mulai membuat animasi pada 28 Februari sampai saat ini masih ada yang proses pengecatan supaya lebih menarik. “Gagasan ini terbentuk oleh dua orang. Yaitu saya sebagai inisiator dan Ridwan sebagai kreator serta didukung oleh warga sekitar,” ujarnya.

“Kemungkinan animasi 3D ini tidak sama dengan yang ada di daerah lainnya. Berbeda tema atau berbeda karakter. Kita tidak meniru dari temapt yang lain, murni hasil kreasi pemuda di sini,” ungkapnya.

Menurutnya tidak semua rumah diwajibkan untuk dicat. Namun, disesuaikan dengan kondisi atau lingkungan yang strategis. Sementara itu untuk biaya tidak membebankan kepada warga untuk penge­catan. Pasal­nya prog­ram kam­pung animasi 3D ini sudah ada ang­garan.

“Un­tuk pen­gun­jung atau peneliti serta pejabat pemerintah yang datang ke lokasi sudah cukup banyak dari desa lain yang hanya sekadar melihat atau pun selfie,” ujarnya, menjelaskan.

Kata dia, beberapa animasi 3D yang dibuatnya di antaranya adalah kubus lorong, gambar animasi karakter kartun dan lainnya. Awalnya hanya seorang diri, lalu meminta bantuan kepada dua orang rekan dan pada akhirnya dibantu.

“Saat ini untuk animasi 3D pengerjaannya belum 100 persen dan baru mencapai 70 persen. Masih banyak revisi-revisi gambar dan harus banyak yang perlu digambar lagi,” ucapnya.

Baca juga : Pitbul’s Aksi Damai Pilkada di Alun-Alun Singapara Tasik, Ini Tuntutannya..

Risman menambahkan, tujuan awalnya dibentuk dengan animasi 3D ini untuk konsumsi masyarakat dan memanfaatkan dinding gang supaya lebih cantik. Hanya saja di sisi lain ingin memberikan nuansa berbeda di lingkungan agar menarik, indah dan terkesan tidak kuno.

Pasalnya, kata dia, sebelum ada pengecatan dinding rumah milik warga yang sudah berlumut itu kelihatan tidak indah. “Setelah kita cat dan kita warnai banyak ketertarikan orang-orang untuk melihat ke sini. Pada awalnya sih masyarakat hanya kampung ini saja, namun sekarang cukup banyak yang berkunjung untuk foto-foto,” ungkap dia. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.