Kampung Kolecer di Cisayong Tasik Jadi Wisata Edukasi

1296
0

CISAYONG – Pemerintah Desa Cisayong menciptakan inovasi baru dengan membuat kolecer atau baling-baling bambu yang merupakan permainan popular sunda. Permainan tersebut ditempatkan dalam satu kampung.

Kepala Desa Cisayong Yudi Cahyudin mengatakan, saat ini sedang dibuat Kampung Kolecer dengan dukungan masyarakat yang sangat luar biasa.

Baca juga : Mahasiswa Kota Tasik Kembali Aksi, Ruang Paripurna Jadi Sidang Rakyat

“Kolecer ini memiliki filosofi yang mana di dalam sebuah putarannya mengandung makna bahwa kita sebagai manusia dituntut agar otak kita memikirkan sebuah kemajuan serta perkembangan desa yang lebih baik,” ujarnya kepada Radar, Rabu (15/7).

Kata Yudi, filosofi kolecer itu selain kerja sama dan gotong royong, juga menjadi sebuah pelajaran untuk masyarakat agar berfikir bagaimana agar desa dapat lebih berkembang, lebih maju serta lebih mandiri.

Ini sebagai bukti kreativitas warga yang sudah bersungguh-sungguh untuk memberikan sebuah karya bagi kemajuan atau perkembangan desa dan ini bukti kerja keras serta gotong royong warga.

Kata Yudi, bagi seluruh warga desa di mana pun berada yang ingin bernostalgia dengan budaya, permainan atau menikmati wisata bernuansa sunda serta ngamumule permainan sunda yang sudah tergerus zaman bisa datang langsung saja ke Kampung Kolecer yang berada di Kampung Wangun Desa Cisayong.

Tim Kreator Kampung Kolecer Yaya Sonjaya menjelaskan, dibuatnya kampung itu sebagai wujud kepedulian pemerintah desa serta para kasepuhan terhadap permainan tradisional sunda yang ada sejak zaman nenek moyang sekaligus mengenalkan kepada anak zaman sekarang bagaimana mengajarkan cara pembuatannya.

Baca juga : Husen: Golkar Kota Tasik “Menghangat” & Perlu Sosok Pemersatu

“Seiring dengan perkembangan zaman seperti sekarang ini yang identik serba canggih, membuat sebagian orang lupa akan tradisi atau permainan tradisional tersebut. Karena pada zaman sekarang, segala sesuatu atau permainan sudah canggih atau berupa barang elektronik,” katanya.

Kampung ini sengaja dibuat agar anak-anak zaman sekarang mengetahui permainan tradisional yang mulai terlupakan adanya gadget. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.