Beranda Ciamis Kandang Ayam Ditutup, Warga Cibonteng Lega

Kandang Ayam Ditutup, Warga Cibonteng Lega

267
BERBAGI
BERKUMPUL. Warga berkumpul di jalan Kampung Cibonteng Desa Tanjungmulya Kecamatan Panumbangan. Mereka lega karena kandang ayam yang selama ini menimbulkan bau telah ditutup.

PANUMBANGAN – Warga Dusun Cibonteng Desa Tanjungmulya Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis kini merasa lega. Mereka tidak lagi disesaki bau yang berasal dari kandang ayam petelur. Satpol PP telah menutup kandang itu.

Totong Sukirman (40), warga setempat mengatakan kandang ayam yang ditutup itu berdiri sejak enam tahun lalu. Warga sudah berulang kali protes karena bau dari kandang sangat menyengat. Namun tidak pernah digubris oleh pengelola.

Sampai akhirnya, di awal tahun 2018, Satpol PP Kabupaten Ciamis menutup aktivitas peternakan ayam petelur itu melalui putusan pengadilan. “Kami berterimakasih kepada pemerintah Ciamis, serta Satpol PP yang telah memberikan tindakan tegasnya,” ungkap Totong perwakilan warga RT 04.

Menurut Totong, bau dari kandang ayam petelur yang ditutup itu sebelumnya mencemari udara Dusun Cibonteng. Warga RT 04, 05, 06, 07 di RW 14, 15 dan 16 Dusun Cibonteng merasa terganggu dengan bau kotoran ayam di kandang yang menyebar melalui udara. Namun, sekarang sudah tidak lagi. Mereka pun bisa bernapas lega.

“Semoga kejadian ini tidak terulang di kampung kami,” ucapnya.

Heni Andriani (48) perwakilan dari RT 6 menuturkan semenjak kandang ayam tersebut ditutup, udara jadi terasa lebih segar. Tidak ada lagi aroma tak sedap yang tercium. Warga juga tak khawatir lagi terganggu kesehatan karena dengan berhentinya operasional kandang ayam tersebut, kotoran ayam pun tidak ada. Juga, tidak ada lagi lalat di sekitar lingkungan warga.

“Keinginan kami semua terjawab. Tentunya terima kasih atas tindakan pemerintah yang tegas,” ujarnya. (isr)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.