Kang Emil: AKB di Ponpes Idrisiyyah Tasik Berjalan Baik

132
0
BANTUAN MASKER. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerahkan bantuan masker kepada Pimpinan Ponpes Idrisiyyah, Syekh Muhammad Fathurahman MAg di Pondok Pesantren Idrisiyyah Kabupaten Tasikmalaya, Senin (6/7).

TASIK – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau protokol kesehatan dan memberikan bantuan masker ke Pondok Pesantren Idrisiyyah Tasikmalaya, Senin (6/7) sore.

Peninjuan itu guna memastikan bahwa adaptasi kebiasaan baru (AKB) di pondok pesantren bisa dilaksanakan dengan baik.

Baca juga : Pilbup Tasik: Jargon AKA Cocok dengan PAN

“Jadi kami kunjungi banyak pesantren termasuk di sini (Pondok Pesantren Idrisiyyah, Red),” ujar Gubernur Ridwan Kamil usai memantau protokol kesehatan di Pondok Pesantren Idrisiyyah Senin (6/7) sore.

Kang Emil berharap dengan sudah berjalannya AKB di pondok pesantren bisa lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19. Apalagi, pendidikan di pesantren di seluruh Jawa Barat sudah dimulai.

“Saya kira untuk menggunakan masker cuci tangan dan lainnya, saya kira sudah berjalan sangat baik,” ungkap orang nomor satu di Pemprov Jabar ini.

Ke depannya, kata Kang Emil, program-program pesantren bisa berjalan kembali. Antara lain dengan Raperda Pesantren, Program Ekonomi Pesantren, Satu Desa Satu Hafiz, Dakwah Digital dan lainnya.

“Intinya saya bahagia AKB ini sudah berjalan luar biasa setelah saya monitor,” kata Kang Emil.

Pimpinan Ponpes Idrisiyyah, Syekh Muhammad Fathurahman MAg mengatakan, protokol kesehatan Covid-19 sudah diberlakukan di pesantrennya. Bahkan memperhatikan dua aspek, yakni dohir dan lahiriah.

“Artinya selain kita terus berusaha menerapkan protokol kesehatan, juga terus berdoa agar selalu diberikan kesehatan dalam menghadapi wabah Covid-19 ini,” kata Syekh Muhammad Fathurahman MAg.

Termasuk, kata Syekh Muhammad Fathurahman, bagi santri yang baru datang ke ponpes diberlakukan isolasi selama dua minggu sebelum santri tersebut berbaur dengan yang lainnya.

“Setelah dipastikan bebas dan tidak terjadi apa setelah isolasi baru dipersilahkan berbaur dengan santri lainnya,” ungkap Syekh Muhammad Fathurahman.

Baca juga : DPRD Kabupaten Tasik Ikut Sampaikan Aspirasi ke DPR RI, Ini Usulannya..

Menurut Syekh Muhammad Fathurahman, saat ini Ponpes Idrisiyyah memiliki 2000 lebih santri. Terdiri 1500 santri alam dan 500 santri baru.

“Untuk proses belajar saat ini belum ada, karena khusus untuk santri baru dalam proses pengenalan lingkungan. Bila memang sudah bisa proses mengajar nanti akan menjalankan protokol kesehatan, tentu akan beda dengan proses belajar sebelumnya, salah satunya tentu harus jaga jarak dan menggunakan masker. Kita sesuaikan dengan ruangan yang tersedia,” ungkap Syekh Muhammad Fathurahman. (ujg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.