Kang Oleh: Kalah Bersaing dengan Mini Market, Pasar Tradisional Harus Direvitalisasi

269
0
Loading...

SINGAPARNA – Menjamurnya pasar modern atau mini market di daerah menjadi salah satu penyebab pasar tradisional, yang isinya para pedagang kecil, mulai tak ramai dikunjungi lagi oleh masyarakat.

Pasar modern atau mini market yang lengkap, bersih, nyaman dan mudah di akses membuat pasar tradisional yang isinya pedagang kecil dan menjadi ciri khas masyarakat Indonesia, sudah mulai ditinggalkan.

Atas dasar itulah, Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Barat, H Oleh Soleh SH mendorong seluruh pasar tradisional khususnya di Jawa Barat untuk direvitalisasi.

“Revitalisasi pasar tradisional, bisa menyelamatkan pedagang kecil,” kata Oleh, kepada Radar saat ditemui di Pasar Singaparna, Senin (8/4).

Menurut Oleh, keberadaan pasar modern akan menjadi ancaman bagi para pedagang kecil di pasar tradisional atau warung-warung kecil yang tersebar di semua pelosok kecamatan dan desa.

loading...

“Betul. Saat ini konsumen atau masyarakat lebih memilih tempat belanja yang nyaman, bersih, lengkap dan akses yang mudah. Sementara pasar tradisional kumuh, bau, becek dan tempat parkir nya pun masih semrawut,” ungkap Oleh.

Karena itu, terang Oleh, pemerintah berkewajiban untuk merevitalisasi seluruh pasar-pasar tradisional baik yang ada di tingkat kota, kabupaten, kecamatan hingga ke pelosok desa.

Revitalisasi pasar tradisional ini, ungkap Oleh, bisa dilakukan dengan cara menata pasar, membuat tempat atau jongko di pasar lebih bagus, nyaman dan bersih. Lalu, produk yang di butuhkan masyarakat atau konsumen di pasar tersebut lengkap.

Selanjutnya, akses menuju pasar tradisional tersebut mudah dijangkau oleh masyarakat. Seperti dekat jalan provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa. Dibuat, tempat istirahat atau tempat santai bagi pembeli seperti food court atau tempat makan, mushola dan tempat bermain anak.

”Pembeli atau masyarakat bisa santai sejenak setelah belanja di food court atau tempat makan. Termasuk ada tempat bermain dan rekreasi anak. Ibu-ibu yang berbelanja bisa mengajak anaknya bermain,” terang Oleh.

Dengan adanya revitalisasi pasar tradisional, maka pedagang kecil akan mampu bersaing dengan pasar atau toko-toko modern yang sudah menjamur di berbagai pelosok daerah.

Jikq revitalisasi ini, tidak cepat dilakukan sesegera mungkin, maka pedagang kecil dan warung-warung kecil akan punah.

”Pengangguran semakin banyak sehingga akan linier dengan meningkatnya angka kemiskinan. Oleh sebab itu, saya mendorong untuk tahun 2020 APBD tingkat I di provinsi, APBD tingkat II di kota/kabupaten bahkan APBN, bisa mengalokasikan sebagian angaran nya, untuk revitalisasi pasar tradisional,” paparnya.

Oleh menargetkan, ketika pemerintah pusat, provinsi dan kota/kabupaten bisa sedikit mengalokasikan anggarannya untuk revitalisasi pasar tradisional, minimal 20-30 persen pasar tradisional dari jumlah keseluruhan khususnya yang ada di Jawa Barat bisa di revitalisasi setiap tahunnya. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.