Kang Oleh Usulkan KKA Untuk Ajengan di Jawa Barat

184
0
Loading...

KARANGNUNGGAL – Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Barat, H Oleh Soleh SH akan mengusulkan kepada Presiden dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk membuat Kartu Kesejahteraan Ajengan (KKA) di wilayah Jawa Barat.

Dibuatnya kartu kesejahteraan ajengan ini, kata Oleh, sebagai bentuk perhatian terhadap para ulama, kyai dan ajengan di daerah dengan cara diperhatikan melalui financial atau insentif, termasuk jaminan kesehatannya.

Kemudian sejarah yang perlu diingat, kata Oleh, bahwa hasil kemerdekaan negara Indonesia ini, bukanlah hadiah atau pemberian dari penjajah Belanda atau Jepang. Melainkan hasil pengorbanan dan perjuangan para kiai dan ulama dengan cucuran darah, keringat dan nyawa.

”Para kyai dan ajengan serta jutaan santri berjuang untuk kemerdekaan negara Indonesia. Dengan tenaga, pikiran dan nyawanya. Oleh sebab itu, saya mendorong agar perhatian pemerintah secepatnya hadir untuk para kiai, ulama dan ajengan ini,” ungkap Oleh.

loading...

Peran ulama, ajengan dan kiai ini, ungkap Oleh, sangat vital di masyarakat dengan memberikan pengayoman dan bimbingan kepada umat termasuk mendidik anak di lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren dan sekolah agama.

Oleh ingin, agar awal 2020, para kyai dan ajengan mendapatkan pengakuan dari pemerintah di bidang kesejahteraan. ”Kalau bisa calon presiden dan wakil nya bisa memasukan visi dan misi agar kartu KKA ada di dalamnya,” ujar Oleh.

Sosok ulama dan ajengan beda dengan karyawan pabrik atau perusahaan yang bisa mendapatkan jaminan kerja, kesehatan dan pensiun.

”Ajengan tidak memiliki apa-apa, biaya berobat ke rumah sakit pun bayar sendiri. Sementara kerja mereka ini bukan lagi sebagai pengajar tetapi sebagai garda terdepan pelayan umat,” jelasnya.

Oleh berharap KKA ini bisa ditindaklanjuti untuk menjadi program masing-masing pemerintah daerah, khususnya di Jawa Barat.

Mudah-mudahan program KKA ini bisa dimasukan ke dalam Undang-undang di pusat.

“Saya juga akan mengusulkannya ke Gubernur Jawa Barat, kepada kang Emil agar program pembuatan KKA bagi para ajengan di Jawa Barat ini bisa diwujudkan dan menjadi program pemerintah provinsi,” terang dia.

Oleh yang sudah turun langsung ke lapangan menyerap aspirasi melalui reses ke wilayah Tasikmalaya selatan, banyak menyerap harapan dan keinginan dari tokoh agama, ulama dan ajengan di daerah. Disamping perhatian langsung terhadap para ajengan dan ulama, juga terhadap infrastruktur nya.

”Banyak yang mengeluhkan terkait perhatian terhadap infrastruktur keagamaan, seperti madrasah, masjid dan pesantren. Hampir 80 persen ingin ada perhatian dalam bentuk sarana dan prasarana keagamaan,” paparnya.

Acap kali, menurut Oleh, adanya program pemerintah baik pusat maupun provinsi yang menggulirkan bantuan sosial (Bansos) ke daerah bagi yayasan dan pesantren tidak tepat sasaran. Masih banyak yang belum tersentuh bantuan.

”Oleh sebab itu, pemerintah harus melakukan pendataan yang akurat ke beberapa pesantren, madrasah, yayasan dan masjid. Dengan adanya data akurat maka bantuan akan tepat sasaran,” kata Oleh. (diki setiawan/ radartasikmalaya.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.