Kantor Desa Cimaragas Disegel Warga , Ini Penyebabnya

1137
0
DISEGEL. Masyarakat menggembok pintu kantor Desa Cimaragas sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja dan perilaku kepala desa Senin (22/7). Yana Taryana / Rakyat Garut

PANGATIKAN – Ratusan warga melakukan unjuk rasa di depan kantor Desa Cimaragas Kecamatan Pangatikan Senin (22/7). Mereka menuntut kepala desa setempat mengundurkan diri dari jabatannya.

Selain berorasi, massa juga menyegel kantor desa dengan gembok. Tindakan itu sebagai bentuk kekecewaan mereka dengan perilaku dan kinerja kepala Desa Cimaragas. “Kami ingin kades ini mundur, karena selain kinerjanya buruk, perilakunya juga kurang baik dan sudah melanggar kode etik juga,” ujar Aan Alamsah, koordinator aksi yang juga ketua RW di desa tersebut kemarin.

Tuntutan agar kepala desa mundur bukan hanya dari masyarakat, hampir seluruh ketua RW dan tokoh agama serta masyarakat di Desa Cimaragas. Hal itu karena kepala desa sebelumnya digerebek warga Kecamatan Karangpawitan saat berada di rumah seorang janda. “Perilakunya sudah melanggar kode etik,” katanya.

Dirinya meminta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cimaragas membuat surat pernyataan pemberhentian kepala desa yang nantinya diserahkan kepada Bupati Garut H Rudy Gunawan. “Buat surat kepada bupati (terkait pemberhentian kades, Red). Kalau keinginan kami tidak digubris bupati, kami akan segel terus kantor desa ini (Cimaragas),” ujarnya.

Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Pangatikan Lukman Hakim sudah melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat, BPD, perwakilan RT dan RW, perangkat desa serta elemen masyarakat lainnya. Hasilnya, keluar surat putusan musyawarah yang isinya meminta bupati Garut menonaktifkan kepala Desa Cimaragas. “Suratnya sudah dibuat dan akan dikirimkan kepada bupati,” ujarnya.

Lukman tidak bisa intervensi ataupun ikut campur dalam masalah itu. Pihaknya hanya bisa memfasilitasi dalam menyelesaikan permasalah yang melibatkan kepala desa.

Sementara itu, ketika akan dikonformasi Kepala Desa Cimaragas, Su, tidak bisa dihubungi melalui sambungan teleponnya. Ditemui di kantor desa pun tidak ada. Sampai berita ini diturunkan, pesan singkat dari Rakyat Garut dan telepon tidak dijawab. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.